Kunker Ke Musi Rawas, Komisi IV Harap Konflik Air Tak Berkepanjangan

  • Whatsapp
IMG 20190329 112750

Inisiatifnews – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) kemarin. Mereka meninjau saluran irigasi yang rusak untuk pertanian dan meninjau perikanan budidaya di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Tugu Mulyo, Musi Rawas, Sumsel.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo bersama anggota Komisi IV Fadholi dari Fraksi Partai Nasdem dan Hermanto dari Fraksi PKS berbincang dengan para petani sawah dan petani kolam ikan air tawar. Mereka mengeluhkan air yang kurang dan perebutan air antara petani tanaman pangan (sawah) dan perikanan kolam budidaya.

Bacaan Lainnya

Turut mendampingi Edhy, Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Pengembangan Bio Industri Ir Bambang, Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Ir Bambang Pamuji, Direktur Irigasi Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ir Rahmanto, dan Kepala BB Padi Ir Priatna Sasmita. Wakil Bupati Musi Rawas Suwarti juga nampak mendampingi.

Setelah mendengar keluhan petani persawahan dan petani perikanan, Edhy meminta permasalahan tarik ulur dan konflik penggunaan air untuk pertanian dan perikanan harus segera diakhir.

“Harapannya ada jalan keluar. Petani airnya kurang, juga perikanan butuh air. Soal pembagian air untuk sawah dan perikanan, ini teknis, jangan tarik-menarik. Ini sudah di mediasi Pemda dan Kepala daerah, kita di pusat mengayomi ikut mendorong agar ada jalan tengah,” kata Edhy.

Sementara untuk irigasi yang rusak lebih dari dua tahun, karena yang rusak adalah irigasi primer, Edhy berjanji akan berkoordinasi dengan Komisi V yang bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). “Saya heran juga, ternyata Pemda Musi Rawas, Pangdam bahkan turun cari jalan keluar, tapi belum juga dibenahi salurannya. Anggarannya ada kok. Saya sebagai wakil rakyat dari dapil Sumsel tidak akan mendiamkan. Tinggal realisasi saja sebenarnya,” ujarnya.

Termasuk kekurangan benih baik sawah maupun perikanan, Edhy berjanji tak akan terjadi lagi. “Sumsel ini luar biasa anggaran pertaniannya. Sebelumbya hanya Rp 88 miliar. Sekarang sudah Rp 1.4 trilliun. Itu semua menghasilkan di Sumsel. Tinggal nanti kita lihat alokasinya untuk benih di Musi Rawas,” tambah Edhy yang kembali mencalonkan diri dari Dapil Sumsel I ini.

Rombongan sempat sholat Jumat di Masjid Masjid Al Muhajirin, Desa M, Tugu Mulyo, Musi Rawas. Setelah Jumatan, di depan jamaah sholat Jumat, Edhy meminta masukan.

Seorang Jamaah kembali mengeluhkan perebutan air untuk kolam, kebun dan sawah. Mereka ingin irigasi lancar dan merata, terutama untuk persawahan. “Tugu Mulyo ini, tinggal 50 persen saja persawahannya. Kekurangan air. Petani padi dan petani kolam jangan berantem lagi,” pinta salah satu jamaah.

Edhy pun berjanji akan mengawal ini. Dia curiga dan takut, ada upaya segelintir orang yang membiarkan konflik ini agar harga tanah jatuh dan petani menjual tanahnya. Dia meminta Pemprov Sumsel juga terus memantau kasus ini, sebab, aliran irigasi ini lintas Kabupaten, dari Lubuk Linggau hingga Musi Rawas.

“Kami ke sini melihat langsung persoalan di Tugu Mulyo, perebutan air antara air tanaman pangan dan perikanan budidaya. Dialog sudah berbulan-bulan. Kami juga melihat irigasi yang putus. Kecurigaan saya, semoga tidak terjadi, ada kekuatan tertentu yang secara tidak langsung bermain supaya tanah bapak dijual. Makanya saya minta para petani jangan putus asa dan menjualnya. Saya akan kawal terus enam bulan terakhir saya menjabat di periode ini,” janjinya.

Setelahnya, Edhy melakukan panen ikan air tawar di Desa M, Siti Harjo, Tugu Mulyo, Musi Rawas. Di sini, Edhy memberi bantuan bibit ikan nila, gurame dan bantuan modal untuk sejumlah kelompok tani. (FM)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait