PBB Tepis Tuduhan Jokowi-Maruf Dzolimi Ulama

  • Whatsapp
pbb 1
Partai Bulan Bintang (PBB)

Inisiatifnews – Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noor menilai bahwa tudingan jika Joko Widodo anti terhadap Islam dan melakukan kriminalisasi terhadap ulama adalah sesuatu yang salah.

Menurutnya, ulama sangat dirangkul oleh Jokowi bahkan dibuktikan dengan digandengnya Rais Aam PBNU KH Maruf Amin sebagai Cawapresnya.

Bacaan Lainnya

“Ternyata tidak ada ulama dikriminalisasi tapi kalau ulama bersalah sebagai manusia yang menyalahi hukum ya harus terima konsekuensi hukum,” kata Ferry dalam diskusi publik bertemakan “Islam dan Politik Kebangsaan: Membangun Adab Politik Menuju Pesta Demokrasi 2019” yang digelar oleh Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) di D’Hotel Jakarta, Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat (29/3/2019).

Bahkan sepanjang pengamatan pihaknya sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan politik kepada Jokowi-Maruf, Ferry menegaskan PBB sudah mempelajari berbagai tudingan yang dialamatkan kepada capres petahana itu. Dan ternyata memang tidak terbukti sama sekali.

“Ada beberapa kelompok yang masih ingin pakai isu sentral bahwa Islam terdzolimi. Misal Jokowi disebut tidak dekat dengan Islam, beliau dibilang PKI dan hampir 9% percaya dia PKI, rekrutmen tenaga kerja asing besar-besaran, dan dibuat meme sedemikian rupa. Kemudian utang negara sedemikian banyak utk infrastruktur,” jelasnya.

Bagi Ferry, geger persoalan Islam terdzolimi sudah tuntas di kasus Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, dimana Ahok yang telah ditetapkan sebagai common enemy karena dianggap menistakan agama.

“Saya sendiri tergabung dalam gerakan 212 dan saya juga alumni karena saat itu saya terlibat karena di sana kepentingannya kan soal DKI yakni Ahok yang dianggap dzolim terhadap umat Islam, sehingga timbul kesepemahaman bersama jadilan Ahok musuh bersama,” tuturnya.

“Dengan kekuatan besar dan dianggap Ahok adalah representasi kekuatan modal, tapi karena kekuatan umat lebih besar akhirnya kita menang. Dan itu selesai di situ,” imbuhnya.

Sementara dalam kaitannya politik elektoral kali ini, Ferry menegaskan bahwa pihaknya tidak memandang Jokowi sebagai orang yang anti Islam dan anti ulama. Karena representasi ulama ternyata ada di pihak 01, maka keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar awal tahun 2019 ini, mereka mendukung pasangan Jokowi-Maruf dibandingkan harus mendukung Prabowo-Sandi.

“Tanggal 27 Januari itu bukan keputusan pak Yusril tapi keputusan PBB yang mendukung Jokowi,” jelasnya.

Terakhir, Ferry menegaskan bahwa dalam Pemilu 2019 dirinya siap total mendukung 01. Karena baginya, dalam politik adalah azas maslahat.

“Kita bantu 01 dan 01 bantu apa ke kita. Kalau 01 menang kita masuk parlemen maka kita akan dukung total 01,” ujarnya.

Tapi ketika sudah didukung dan menang dalam Pilpres, maka PBB akan mengawal agar jalannya pemerintahan Jokowi-Maruf tidak keluar dari kesepakan. Bahkan ia menegaskan PBB akan menjadi partai oposisi ketika pemerintahan Jokowi ingkar terhadap kesepakatan.

“Kalau sudah jadi dan di kemudian hari tidak sesuai dengan perjanjian kita akan ingatkan, kalau tidak bisa diingatkan maka kita akan total menjadi oposisi,” tegas Ferry.

[NOE]

Pos terkait