Bendera PBB Dirampas, Yusril Sentil Keras Habib Rizieq

  • Whatsapp
Yusril dan Jokowi
Momentum Yusril Ihza Mahendra saat berbincang dengan Joko Widodo.

Inisiatifnews – Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra menanggapi dengan santai kasus perampasan bendera partainya itu dalam acara Kampanye Terbuka Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan pagi tadi.

Menurutnya, aksi perampasan bendera partai berlambang bintang dan bulan sabit itu justru sangat memperkuat bahwa partai yang kini dipimpinnya itu jelas tidak ada di bagian kelompok oposisi.

Bacaan Lainnya

“Pada satu sisi PBB berterima kasih pada PKS dan FPI yang telah menyita bendera PBB yang dibawa secara illegal ke Gelora Bung Karno,” kata Yusril dikutip dari akun instagramnya @yusrilihzamhd, Minggu (7/4/2019).

“Dengan penyitaan itu PKS dan FPI telah membantu menegaskan bahwa PBB memang tidak mendukung Prabowo Sandi, tetapi mendukung Jokowi Ma’ruf Amin,” imbuhnya.

Yusril menilai bahwa bendera-bendera partainya itu sejatinya bukan dibawa oleh kader partai ataupun simpatisan. Melainkan dibawa oleh orang-orang yang tak dikenal dan tidak bertanggungjawab agar terkesan ada aksi penyitaan.

“Pada sisi lain, Bendera PBB yang dibawa secara illegal itu, mungkin sengaja dibawa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk kemudian sengaja disita dan dicampakkan,” nilainya.

Alih-alih ingin dipermalukan dalam acara akbar Kampanye Capres-Cawapres itu, pengacara kondang ini pun menegaskan bahwa partainya sama sekali tidak merasa terhina, justru malah sebaliknya.

“PBB tidak merasa dipermalukan dengan tindakan itu. Barangkali ini ada kaitannya dengan polemik antara Ketua Umum PBB dengan Imam Besar FPI,” paparnya.

bendera pbb dirampas fpi dan pks
Laskar Pembela Islam (LPI) dari FPI menyita beberapa bendera PBB di acara Kampanye Terbuka Prabowo-Sandi di GBK, Senayan. [foto : Istimewa]
Kemudian Yusril pun menganggap bahwa bisa saja ada pihak-pihak yang sengaja ingin mengalihkan perhatian dari polemik yang terjadi antara dirinya dengan imam besar FPI yakni Habib Muhammad Rizieq bin Shihab.

“PBB takkan pernah tenggelam, betapapun Imam Besar FPI teriak-teriak ingin menenggelamkannya” ujar Yusril.

Jika itu yang menjadi tujuan dari skenario penyitaan bendera PBB itu, Yusril pun malah menganggap Habib Rizieq lah yang justru akan hancur kredibilitasnya.

“Sebaliknya kalau polemik ini berterusan, bisa saja Imam Besar FPI yang malah makin tenggelam karena kredebilitasnya makin runtuh di mata umat Islam,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa polemik antara Yusril Ihza Mahendra dengan Habib Muhammad Rizieq bin Shihab adalah terkait dengan perselisihan wacana rekomendasi Ijtima Ulama. Dimana dalam Ijtima Ulama I ada dua nama Cawapres yang direkomendasikan untuk diusungkan bersama Prabowo. Mereka adalah Habib Salim Segaf Al Jufri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Ustadz Abdul Somad yang merupakan Dai kondang itu.

Namun dalam detik-detik penentuan Capres-Cawapres, justru rekomendasi Ijtima Ulama I itu tidak digubris oleh Prabowo dan memilih menggandeng Sandiaga Salahuddin Uno yang saat itu baru saja menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta.

Kondisi ini yang membuat Yusril sempat merasa galau dengan sikap dari Prabowo sehingga harus berkonsultasi dengan Habib Rizieq yang saat itu memang sudah berada di Makkah.

Sayangnya saat ditanya terkait dengan kondisi rekomendasi Ijtima Ulama dengan sikap politik Prabowo itu, ada kalimat yang dianggap Yusril cukup menggelitik dan akhirnya menjadi viral.

“Dukungan ijtima untuk PS harus berdampingan Cawapres Ulama justru krn kira tahu PS lemah ttg Islam & lingkarannya pun masih banyak yg “Islamphobia”,” kata dalam percakapan instan yang diklaim Yusril adalah statemen Habib Rizieq itu.

Pos terkait