PBNU Bantah Said Aqil Siradj Dukung Prabowo-Sandi

  • Whatsapp
Prabowo Sandi ke PBNU
Prabowo Sandi saat berkunjung ke kantor PBNU Jakarta pada tanggal 16 Agustus 2018. [foto : BeritaSatu]

Inisiatifnews – Ketua bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyayangkan pemberitaan yang dicatut oleh situs Gelora.co yang menyatakan bahwa KH Said Aqil Siradj yang merupakan Ketua Umum PBNU mendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019.

Ia menegaskan bahwa berita yang dipelintir dan juga diviralkan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah itu adalah hoaks.

Bacaan Lainnya

“Beredar berita di berbagai group WhatsApp seakan Ketum PBNU memberi dukungan capres-cawapres Prabowo-Sandi. 100% hoax,” tegas Robikin dalam siaran persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Senin (8/4/2019).

Dikatakan Robikin, bahwa sebetulnya statemen Kiyai Said Aqil itu adalah video lama yang didaur ulang seakan itu statemen baru saja berlangsung dan diseret paksa masuk ke dalam persoalan dukung mendukung di Pilpres 2019.

“Beritanya didaur ulang. Ditulis lagi seakan berita baru. Video lama juga diviralkan kembali, dengan narasi beraroma pilpres. Padahal isinya tentang peristiwa tanggal 16 Agustus 2018 ketika Pak Prabowo dan Pak Sandi silaturahmi ke PBNU, sebelum menjadi capres dan cawapres,” terangnya.

Robikin memastikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan penyesatan narasi yang ditulis oleh media tersebut. Dan ia menyebut bahwa cara-cara semacam itu bukan bagian dari etika demokrasi yang diharapkan seluruh bangsa Indonesia.

“Bahkan ada berita dan video tahun 2014 yang direproduksi dan dipublikasikan sekarang, seakan peristiwa terkini. Cara yang sangat tidak terpuji dalam upaya meraih dukungan. Jauh dari akhlak yang diajarkan Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Robikin meminta agar Pemilu 2019 dapat dijalani dengan penuh etika tanpa menggunakan cara-cara kotor seperti penyebaran hoaks alias berita bohong, adu domba atau pencemaran nama baik.

“Sukses pemilu adalah sukses bangsa Indonesia. Mari berpartisipasi wujudkan pemilu yang bermartabat, berintegritas. Jangan gunakan hoax, hate speech dan fake news,” tuturnya.

Terakhir, ia juga ingin mempertegas kembali bahwa sebagai seorang Ketua Umum PBNU yang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu sejatinya tidak boleh berpihak dan sudah seharusnya tetap netral dalam urusan politik praktis.

“Sebagai mandataris Muktamar, Ketua Umum PBNU tidak boleh kampanye. Karena itu dalam beberapa kesempatan Kiai Said Aqil memilih mendoakan suksesnya pemilu, untuk Indonesia yang lebih baik,” tandasnya.

Pos terkait