PAN Minta Polisi Abaikan Laporannya untuk Amien Rais, Dewi Tanjung: Mereka Panik

  • Whatsapp
Dewi Tanjung
Dewi Tanjung

Inisiatifnews – Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung menilai sikap Partai Amanat Nasional (PAN) yang meminta agar Kepolisian mengabaikan laporannya untuk Amien Rais terkait dengan dugaan kasus makar adalah bentuk kepanikan saja, dimana sesepuh mereka tengah diperkarakan hukum.

“Saya santai saja, karena itu bentuk kepanikan PAN atas laporan saya kepada Ketua Dewan Kehormatannya yakni bapak Amien Rais,” kata Dewi Tanjung kepada Inisiatifnews.com, Kamis (16/5/2019).

Bacaan Lainnya

Baginya, sikap PAN pun dianggapnya aneh. Karena menurutnya, Polri dalam menegakkan hukum tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Mereka akan menegakkan hukum sesuai dengan bukti-bukti yang kuat, sementara dirinya memiliki bukti yang kuat terkait dengan pelaporannya terhadap beberapa orang termasuk Amien Rais dalam dugaan makar itu.

“Hukum mana bisa diintervensi oleh siapapun, apalagi masalah dugaan makar ‘people power’ yang merupakan ancaman kejahatan terhadap keamanan Negara,” ujarnya.

Aktivis 98 ini juga menyebutkan bahwa alasan mengapa dirinya melaporkan Amien Rais lantaran mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Perwakilan (MPR) tersebut adalah sosok yang pertama kali menggelorakan gerakan people power jika Prabowo-Sandi kalah dalam Pilpres tersebut.

“Amin Rais termasuk yang menyerukan gerakan people power saat dia berorasi di depan Gedung KPU. Dalam beberapa kesempatan Amien Rais menyerukan akan melakukan gerakan people power itu,” terangnya.

Sementara terhadap langkah elite PAN itu, Dewi Tanjung menilai seruan partai berlambang bintang kejora itu sama sekali tidak mendasar.

Jika memang PAN dinilai tidak bersalah dalam kasus ini, Dewi pun mengatakan bahwa seharusnya PAN maupun Amien Rais sekalipun tempuh saja jalur hukum, bukan mengintervensi hukum agar tidak berjalan dan cenderung bisa disebut upaya menghambat proses hukum.

“Kalau PAN yakin Amien Rais tidak bersalah, harusnya mereka berani menghadapi laporan saya ini dan menghadapi proses hukum yang berlaku di Negara ini. Bukan melarang dan meminta pihak kepolisian untuk mengabaikan laporan saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dewi Tanjung menyarankan agar Amien Rais hadapi saja proses hukum tersebut bukan malah menghindar. Dan ia pun menyatakan kasus ini bukan kriminalisasi terhadap siapapun tapi murni upaya proses hukum.

“Amien Rais berani berteriak people power harusnya berani menghadapi proses hukum. Karena negara kita adalah negara hukum,” pungkasnya.

“Amien Rais tidak dikriminalisasi oleh siapapun atau pemerintah. Tapi Amien Rais dikriminalisasi oleh mulutnya sendiri,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa Dewi Tanjung telah melaporkan Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya dalam kasus dugaan tindakan makar.

Adapun pasal yang dituduhkan adalah Pasal 107 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dan/atau Pasal 14, Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 10 Tahun 2008 tentang ITE.

Dalam laporan tersebut Dewi Tanjung menuding Amien Rais dan kawan-kawan, di dalamnya termasuk Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir, melakukan permufakatan jahat dan atau makar dan/atau tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia membawa barang bukti berupa sekeping CD yang berisi rekaman orasi Amien Rais, Rizieq Shihab, dan Bachtiar Nasir.

PAN Minta Polisi Kaji Lagi Laporan Dewi Tanjung

Perlu diketahui, bahwa Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional atau PAN Amien Rais ke kepolisian atas tuduhan makar. Menanggapi laporan itu Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay meminta kepolisian mengkaji secara utuh pelaporan seseorang atas tuduhan makar.

“Polisi perlu melihat dan mengkaji secara utuh terkait pelaporan seseorang atas tuduhan makar,” kata Saleh melalui pesan, Rabu (15/5).

Saleh berargumen, tudingan makar adalah tuduhan yang sangat serius. Dia menyebut tuduhan ini bisa menggugat eksistensi nasionalisme seseorang.

Saleh lantas menyinggung kontribusi Amien Rais dalam sejarah Indonesia. Menurut dia, Amien memiliki kecintaan yang tak perlu diragukan lagi untuk bangsa Indonesia.

“Tuduhan itu tentu sangat tidak beralasan dialamatkan kepada Pak Amien Rais,” ujarnya.

[NOE]

Pos terkait