Abdullah Hehamahua Berencana Libatkan PBB Investigasi IT KPU

  • Whatsapp
Abdullah Hehamahua
Koordinator Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) Abdullah Hehamahua saat berorasi di atas mobil komando FPI. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Koordinator Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) Abdullah Hehamahua berencana mengadukan dugaan rekayasa sistem IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Mahkamah Internasional.

“Kita akan sampaikan ke peradilan internasional agar mereka menginvestigasi IT KPU bagaimana kecurangan-kecurangan dilakukan agar peradilan internasional yang menjadi unit PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa -red) bisa ikut campur tangan,” kata Abdullah Hehamahua saat membubarkan aksinya di sekitar Jl Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Bacaan Lainnya

Selain itu, pihaknya juga berencana untuk mendatangi DPR RI besok agar pihak legislatif bersedia memanggil para penyelenggara pemilu termasuk aparat keamanan khususnya Kapolri untuk menjelaskan tentang berbagai persoalan yang terjadi sepanjang proses pemilu 2019 itu.

“Kita akan ke DPR, tidak untuk aksi, tapi kita akan laporkan agar DPR memanggil KPU, Bawaslu atau Kapolri,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyatakan akan tetap berjuang untuk mencapai tujuannya. Pun jika sampai bulan Oktober dimana jadwal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pilpres 2019, ia menyatakan akan siap mengusung Capres dan Cawapres baru di Pemilu 2024 kelak.

“Kalau sampai Oktober kita belum mencapai kesuksesan, belum diberi kemenangan, bahwa ada 5 tahun waktu kita ajukan Capres-Cawapres dari kita sendiri,” tegasnya.

Apalagi jika sepanjang 1 periode ke depan partai politik tidak mampu mengakomodir kepentingan rakyat, Abdullah Hehamahua menyerukan akan membentuk partai politik baru.

“Kalau parpol sudah tidak bisa dipercayai, kita bentuk partai sendiri. Peliharalah keutuhan dan persatuan,” tuturnya.

[IBN]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait