Emak-emak Bawa Anjing dan Bersendal Masuk Masjid, DMI Minta Proses Hukumnya Dibuka

  • Whatsapp
Emak emak bawa anjing masuk masjid
Emak-emak berinisial SM (52) dengan pakai sendal dan bawa nanjing masuk ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat.

Inisiatifnews – Dunia media sosial dihebohkan dengan video viral penampakan seorang emak-emak yang masuk ke dalam masjid dengan masih mengenakan sendalnya.

Tidak hanya itu saja, bahkan dirinya juga dikabarkan membawa anjing peliharaanya masuk ke dalam masjid tersebut.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut dikabarkan terjari di Masjid Al Munawaroh, Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat pada hari Minggu (30/6) kemarin.

Mendapati peristiwa itu, Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (purn) Syafruddin bersikap. Ia pun menyatakan bahwa pihaknya sangat mengutuk keras perbuatan emak-emak tersebut. Bahkan ia tak peduli terhadap apapun motif dan alasan yang dikemukakan oleh pelaku yang diketahui berinisial SM (52) tersebut.

“Saya selaku ketua harian DMI mengutuk keras perbuatan itu apapun alasannya apapun backgroundnya apapun kondisinya yang bersangkutan,” kata Komjen (Purn) Syafruddin di kantor DMI, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

Mantan Wakapolri ini meminta kepada Polri maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar penanganan peristiwa ini ditangani dengan baik.

Bahkan, Menpan RB ini meminta supaya media bisa mengakses seluruh proses rangkaian penanganan kasusnya sehingga tidak terjadi pemberitaan yang bias dan bisa membuat gaduh kehidupan masyarakat terutama kehidupan berbangsa dan keumatan.

“Tidak ada yang ditutupi semua dibuka ke publik dan media dibebaskan untuk mengakses prosesnya,” tekan Syafruddin.

DMI memandang, jika penanganan peristiwa ini tidak disikapi serius, terlebih tidak adanya pemberitaan yang clear soal perkembangan kasusnya, dikhawatirkan menganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

“Saya sendiri sudah menghubungi Kapolres menanyakan kejadian sebenarnya dan menanyakan langkah yang diambil. Sampai saat ini SM sudah ditahan bersama suaminya namun demikian pemeriksaan belum dilanjutkan karena masih dalam kondisi labil sehingga sekarang dikonseling di RS Polri Kramat Jati silakan rekan media bisa memonitor memberitakan,” pungkas Syafruddin.

Sementara kepada pihak Rumah Sakit Polri, Syafruddin juga berharap dokter yang menangani bisa memberikan penjelasan secara benderang dan tidak ditutup-tutupi terkait dengan hasil pemeriksaan pelaku itu.

“Saya minta kepada RS Polri untuk berikan akses kepada media, terutama umat Islam yang mau cari tahu tentang berita apa yang sebenarnya terjadi,” tuturnya.

Hal itu disampaikan Syafruddin agar tidak ada fitnah dan hasutan yang lebih masif di kalangan pegiat media sosial tengang kasus tersebut.

“Datangi itu dokternya. Supaya dia konpers, sampaikan apa labil itu. Kalau hanya labil, nanti ada lagi fitnah baru,” tegas Syafruddin.

Sekilas tentang kasus SM bawa anjing masuk masjid

Jemaah Masjid Al Munawaroh, kawasan Sentul City, Kecamatan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikagetkan dengan kehadiran wanita yang membawa seekor anjing ke dalam masjid.

Kejadian ini terekam kamera video amatir dan menjadi viral di dunia maya. Nampak wanita berbaju putih yang membawa anjing kecil tersebut sempat beradu mulut dengan jemaah.

Pertengkaran pun tak dapat dihindarkan terjadi dengan salah satu jemaah hendak mengusir ketika wanita tersebut menurunkan anjingnya ke karpet masjid.

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky Pastika mengkonfirmasi kebenaran kejadian ini. Peristiwa ini terjadi Ahad siang (30/6) sekitar Pukul 14.00 WIB.

Polisi telah mengamankan perempuan yang diidentifikasi berinisial SM (52) tidak lama setelah kejadian. Dia menyebut, polisi tengah menahannya di Polres Bogor untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Polres Bogor sudah mengumpulkan empat orang saksi dari DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dan jemaah Masjid Al Munawaroh untuk diperiksa,” kata Dicky.

Berdasarkan informasi yang diterima, SM mendatangi masjid untuk mencari suaminya. Namun, aksi tersebut segera dilaporkan ke Polsek setempat karena menganggu ketertiban masyarakat.

[SOS]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait