MUI Harap Masyarakat Tak Sebar Lagi Video Perempuan dan Anjing Masuk Masjid

  • Whatsapp
Yunahar Ilyas
Wakil Ketua MUI, Yunahar Ilyas. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yunahar Ilyas mengimbau agar masyarakat tidak lagi menyebarkan video tentang perempuan 52 tahun dan seekor anjing masuk ke dalam masjid di kawasan Sentul Bogor itu.

Menurut Yunahar, saat ini video tersebut sudah terlanjur viral di media sosial sehingga sudah banyak sekali masyarakat yang sudah mengetahuinya. Namun ia berharap agar penyebaran itu berhenti.

Bacaan Lainnya

“Karena sudah beredar di media sosial, maka video itu tidak disebarluaskan. Apalagi ditambah dengan kalimat negatif,” kata Yunahar kepada wartawan di kantor pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

Ditambah lagi, diketahui wanita berinisial SM yang masih mengenakan sendal dan membawa seekor anjingnya masuk masjid itu beragama Katolik. Sehingga jika isu video itu semakin disebarkan, ia khawatir akan muncul narasi yang justru menyudutkan latar belakang keagamaan yang dianut oleh wanita tersebut, sehingga potensi terganggunya umat agama lain akan terjadi.

“Kebetulan perempuan itu mengaku beragama Katolik, jadi bisa mengganggu hubungan antara Islam dengan Katolik,” tegasnya.

Ia juga berharap agar seluruh masyarakat Indonesia bisa menahan diri dengan kasus tersebut, apalagi kasus yang saat ini heboh sudah ditangani dan diproses secara hukum oleh Polres Bogor.

Lebih lanjut, Yunahar juga menyatakan bahwa setiap umat beragama harus menjaga dan menghormati kesucian tempat ibadah agama masing-masing. Misalkan umat Islam harus menghormati tempat ibadah agama Katolik, dan begitu pun sebaliknya. Bahkan juga berlaku bagi tempat ibadah agama-agama lainnya seperti Hindu, Budha, dan Konghuchu.

“Baik umat Islam dan Umat Katolik pasti sama-sama menjunjung tinggi kesucian rumah ibadah,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa Kasubbag Humas Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ita Puspitalena menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan status penanganan kasus perempuan berinisial SM (52) dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Penyidik telah meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan sudah menaikkan SM menjadi tersangka,” kata Ita kepada wartawan, Selasa (2/7).

Ia juga mengatakan bahwa SM akan ditahan di Polres Bogor setelah selesai menjalani proses observasi di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

[IBN]

Pos terkait