PA212 Sebut Prabowo-Sandi Cuma Kendaraan Tapi Sudah Mogok

  • Whatsapp
Slamet Maarif
Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA212) Slamet Maarif meminta kepada seluruh jamaah 212 untuk tidak lagi mendelematisir kekalahan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pilpres 2019.

Karena menurutnya, Pilpres sudah selesai dan mengupayakan kemenangan Paslon nomor urut 02 itu sudah tidak ada harapan lagi, kususnya pasca keputusan dari majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi serta ditetapkannya Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bacaan Lainnya

“Pilpres kemarin sudah selesai, Prabowo sudah selesai. Masih berharap pada konstitusi itu sangat kecil. Kalau anda berjuang Prabowo jadi presiden, tidak bisa,” kata Slamet di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019).

Menurutnya saat ini jamaah 212 tidak boleh lagi mengelu-elukan Prabowo sebagai patron perjuangan. Karena menurutnya Prabowo bukanlah panutan mereka.

“Ingat imam anda ada di Makkah atau di Kertanegara. Oleh karenanya ruh spirit 212 nggak boleh bertenti,” ujarnya.

Selain itu, Slamet Maarif juga menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam memperjuangkan Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2019 hanyalah upaya politik semata. Bahkan partai-partai politik yang sempat tergabung dengan Koalisi Indonesia Adil Makmur dan termasuk Prabowo Subianto dan Sandiaga sekalipun bukanlah faktor perjuangan. Slamet menyebut bahwa mereka semua hanyalah kendaraan politik saja.

Maka dari itu ketika Pilpres 2019 selesai dan Presiden serta Wakil Presiden terpilih sudah muncul, maka kendaraan politik yang dimaksud Slamet tersebut sudah selesai. Dan kendaraan politik tersebut sudah mogok dan tidak bisa dipakai lagi.

“Kemarin itu partai-parrai dan Prabowo-Sandi adalah alat kendaraan politik kita, kalau kendaraannya udah macet dan mogok jangan dipaksain, turun dan cari kendaraan lain,” tegasnya.

Kendaraan lain yang dimaksud Slamet adalah Pemilu 2020. Dimana dalam kegiatan demokrasi tersebut akan ada pertarungan kepala daerah di beberapa daerah di Indonesia. Maka dari itu, Jubir Front Pembela Islam (FPI) tersebut menyerukan agar paradigma perjuangan 212 digeser untuk merebut kekuasaan di Pemilu Kepala Daerah 2020 nanti.

“Ingat 2020 ada Pilkada, dari sekarang kita fokus untuk menegakkan perjuangan kita,” tuturnya.

Pos terkait