Istana Sebut Rekonsiliasi Hanya Wacana Politik

  • Whatsapp
Eko Sulistyo
Deputi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Deputi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menilai bahwa rekonsiliasi semata hanya merupakan wancana politik semata.

Karena menurutnya, Joko Widodo sendiri sebagai Presiden terpilih hanya ingin seluruh komponen bangsa Indonesia bersatu dalam memajukan Indonesia ke depan.

Bacaan Lainnya

“Rekonsiliasi ini adalah merupakan wacana politik karena pernyataan pak Jokowi tidak begitu, tetapi ingin mengajak semua pihak untuk bersatu dan mengajakan untuk bersama membangun bangsa yang bernama Indonesia,” kata Eko dalam diskusi di Kedai Kopi Politik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, dalam membangun Indonesia lebih baik ke depannya, peran pemerintah maupun oposisi adalah sama saja. Dan menurut Eko, keduanya memiliki peran yang sama dan sama pentingnya.

“Dalam prespektif demokrasi antara pemerintah dan oposisi itu memiliki posisi yang sama,” tuturnya.

Namun demikian, masalah rekonsiliasi saat ini masih menjadi persoalan. Eko menilai kondisi itu terjadi karena kedua belah pihak masih belum bersedia untuk memulai agenda rekonsiliasi tersebut.

Padahal menurut Eko, rekonsiliasi hanya bisa dibangun ketidak keduanya bersedia untuk melakukan rekonsiliasi, bukan hanya satu pihak saja.

“Saat ini untuk rekonsiliasi ini terdapat kesulitan yaitu siapa yang akan memulai karena itu harus dengan semangat bersama, sehingga tidak ada dusta diantaranya,” ujar Eko.

Ia memberikan sumbangsih saran kepada Joko Widodo maupun Prabowo Subianto, agar rekonsiliasi bisa dilakukan dengan santai. Salah satunya adalah dengan naik kuda bersama seperti yang pernah terjadi tahun 2016 lalu di Hambalang.

“Mungkin bisa dengan naik kuda bersama atau yang lain,” imbuhnya.

Terakhir, Eko memberikan catatan penting terhadap kondisi nasional saat ini, bahwa polarisasi kedua kubu pendukung capres-cawapres tidak akan bisa rampung dan bersatu kembali. Kondisi ini terjadi menurut Eko, karena ada pihak-pihak tertentu yang menghalangi ada upaya rekonsiliasi.

“Polarisasi ini tidak akan bisa diselesaikan sampai tuntas karena ada kelompok-kelompok tertentu yang sengaja tidak ingin bersatu karena tidak akan bisa berselancar politik lagi,” tutupnya.

[SOS]

Pos terkait