Hendri Satrio : Bangsa Indonesia Gelisah Soal Identitas

  • Whatsapp
hendri satrio
Hendri Satrio saat memberikan pemaparannya dalam acara HUT 23 PRD dan diskusi publik. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Pengamat politik, Hendri Satrio menilai bahwa saat ini bangsa Indonesia mayoritas tengah galau dan gelisah tentang identitas mereka sendiri.

“Indonesia ini sedang berada di tahap gelisah menurut saya. Karena identitas yang dimiliki perorangam saat ini. Bukan soal saya dari mana dan agama saya apa, tapi saya berada di Indonesia sebelah mana itu masih menjadi pertanyaan,” kata Hendri dalam diskusi yang digelar oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) di bilangan Tebet Dalam, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Bacaan Lainnya

Termasuk dalam urusan pandangan politik. Ia sempat menceritakan ketika dirinya menyampaikan pandangannya tentang satu poros tenteng yakni memberikan kritik kepada pemerintahan Joko Widodo, ia tak jarang mendapatkan label sebagai orang yang pro terhadap Prabowo Subianto. Begitu pula jika dirinya memberikan kritikan kepada Prabowo misalnya, sebagian publik akan memberikan label kepada dirinya sebagai pendukung Joko Widodo.

Kondisi ini disampaikan Hendri tidak hanya terjadi kepada dirinya saja, bahkan beberapa kalangan juga tak jarang mendapatkan labelisasi identitas tersebut karena perbedaan pandangan politik tertentu.

Melihat situasi itu, Hendri yang merupakan akademisi sekaligus Founder KedaiKOPI menilai bahwa opsi yang paling mungkin diambil ketika seseorang mengalami kegelisahan identitas semacam itu hanya ada dua hal.

“Opsi hanya ada dua, pertama dia akan hormati identitas orang lain, atau kedua, dia membentuk tembok untuk memisahkan perbedaan itu,” tuturnya.

Masih tentang kegelisahan bangsa soal identitas yang sempat menjadi polarisasi dalam agenda politik elektoral itu, Hendri Satrio menilai bahwa ini menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi Presiden Joko Widodo untuk meredamnya. Caranya adalah dengan melakukan rekonsiliasi bangsa.

Dan jika rekonsiliasi tersebut benar-benar dilakukan oleh Presiden Jokowi, Hendri yang juga pakar komunikasi dari Universitas Paramadina itu menilai Jokowi adalah satu-satunya Presiden di dunia yang melakukan pekerjaan tambahan tersebut.

“Rekonsiliasi bangsa, itu pekerjaan tambahan yang dikerjakan oleh pak Jokowi, dan presiden di negara-negara lain belum ada (yang mengerjakan) itu,” ujarnya.

[NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait