Mahasiswa PMII Desak Anies Cabut IMB Pulau Reklamasi

  • Whatsapp
Aksi PMII
Mahasiswa dari PMII Jakarta Timur menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Balaikota DKI Jakarta mendesak pencabutan IMB Pulau Reklamasi. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta.

Dalam aksinya itu, mereka menyatakan penolakannya terhadap terbitnya izin mendirikan bangunan (IMB) di Pulau Reklamasi tepatnya di Pantai Maju alias Pulau D yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bacaan Lainnya

“IMB itu menabrak aturan-aturan. Gubernur Anies harus segera mencabut IMB tersebut. DPRD harus bentuk Pansus IMB, dan memanggil Anies,” kata salah satu orator, Selasa (23/7/2019).

Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal), langsung menghalau mereka untuk ke luar dari Balai Kota. Terjadi aksi dorong-mendorong antara massa aksi dan Pamdal.

Setelah itu, polisi berganti mengamankan. Mereka membuat barisan dan membiarkan mahasiswa berorasi.

Abraham selaku koordinator lapangan, mendesak Anies Baswedan untuk segera menyegel kembali bangunan-bangunan di Pulau D.

“Mendesak pihak Pemprov DKI menyegel ulang bangunan yang berdiri di atas lahan reklamasi karena cacat hukum dan aturan,” kata Abraham.

Setelah orasi sekitar 30 menit, mahasiswa bubar dengan tertib. Tak ada perwakilan Pemprov DKI yang menemui pendemo.

Sebelumnya telah diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan terkait tudingan bahwa dirinya tidak menepati janji.

Anies berkata, saat kampanye dia tak cuma berjanji akan menghentikan reklamasi tapi juga memanfaatkan pulau reklamasi yang sudah terbentuk untuk kepentingan masyarakat Jakarta secara luas. Karena itu ia pada 4 Juni 2018, dia membentuk Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Hasil audit oleh Badan ini, 26 September 2018 Pemerintahan Provinsi DKI mencabut 13 izin proyek reklamasi dari sejumlah pengembang karena tidak melaksanakan kewajibannya. Sejak itu proyek reklamasi dihentikan.

Sementara terhadap empat pulau reklamasi yang sudah kadung jadi, Anies mengatakan akan dimanfaatkan untuk masyarakat Jakarta.

“Kalau ada yang mengatakan tidak menepati (janji) di mana tidak menepatinya,” kata Anies beberapa waktu lalu. []

Pos terkait