Saat Dua Profesor Ketemu Di Pesawat, Saling Puji & Nge-Charge Ilmu

  • Whatsapp
Mahfud MD

Inisiatifnews – Apa yang terjadi saat dua profesor hukum dan tata negara bertemu satu pesawat? Seperti filosofi ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk. Semakin berilmu, semakin rendah hati dan masih mau belajar.

Barangkali itulah ungkapan yang tepat saat Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD tak sengaja bertemu dengan Pengajar Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Zainal Arifin Mochtar dalam satu penerbangan. Keduanya saling lempar pujian dan rendah hati.

Bacaan Lainnya

Mulanya, Peneliti Senior Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM ini membagikan ceritanya lewat akun Twitter @zainalamochtar. Prof. Uceng, sapaan akrab Zainal Arifin Mochtar, mengaku tak sengaja bertemu dengan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta di bandara, dan ternyata mereka satu pesawat.

“Hari ini tak terduga ketemu Prof. @mohmahfudmd di bandara,” kicau Prof. Uceng menautkan akun Prof. Mahfud MD.

Saat di dalam pesawat, Prof. Uceng pun takjub dengan kerendahan hati Prof. Mahfud yang mau bertukar tempat ke kursi di samping tempat duduknya. Padahal, ia berada di kursi ekonomi. Mulanya, kebetulan kursi yang berada di samping Prof. Uceng diduduki Imam Marsudi, asisten pribadi Prof. Mahfud.

“Ia harusnya di bisnis, saya di ekonomi. Saya sebelahan dengan asistennya, Mas Imam. Ia minta Mas Imam ke bisnis, dan ia pun duduk samping saya. Mengobrol. Pada poin beginilah salah satu contoh betapa rendah hatinya beliau. Salut saya prof,” kicau lulusan Ilmu Hukum Universitas Northwestern Chicago ini.

Salah seorang warganet pun menimpali kicauan Prof. Uceng. “Sekalian sama fotonya juga pak,” tanya @RusmanEta_Dk dibalas @zainalamochtar. “Gak mas, mungkin masih trauma trauma larangan foto di pesawat,” canda Prof. Uceng.

Merasa lagi diomongin, Prof. Mahfud pun membalas kicauan Prof. Uceng. “Soalnya tadi saya ingin nge-charge ilmu-ilmu baru dengan Mas @zainalamochtar. Maka saya milih duduk di sampingnya. Yang lebih muda biasanya lebih banyak bacaannya, jadi saya bisa sambil belajar lagi. “Uthlubul ilm walaw bissyien“, Carilah ilmu walau kepada yang lebih muda,” kicau Prof. Mahfud lewat akun Twitter resminya @mohmahfudmd.

Tak sampai di situ, Prof. Mahfud pun tak sungkan mengucapkan terimakasih kepada juniornya di UGM ini. Untuk diketahui, eks Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini juga lulusan Fakultas Sastra dan Kebudayaan serta doktor hukum tata negara UGM.

“Terimakasih @zainalamochtar tadi telah nge-charge saya dengan ilmu-ilmu dan info-info baru.”

Menanggapi balasan tersebut, Prof. Uceng semakin mengapresiasi. “Semakin rendah hati pula njenengan Prof. @mohmahfudmd. Mohon jangan terlalu rendah, supaya saya masih bisa juga merendah.”

Sontak saja, obrolan dua profesor yang rendah hati ini pun banjir pujian netizen. Akun @rezalwi heran, sekelas Guru Besar saja masih mau belajar. “Level profesor aja seperti Pak Mahfud masih butuh charge ilmu-ilmu. Sehat selalu buat bapak & Pak Uceng, dua akademisi yang ilmu-ilmunya selalu saya tunggu,” cuitnya disambut doa @aldinohrtnto. “Dua-duanya panutaaanku. Sehat selalu Prof. @mohmahfudmd dan @zainalamochtar.”

Warganet pemilik akun @dyah_suryari menimpali. “Beliau berdua tidak mudah untuk ditiru. Yang satu mampu beli bisnis, tapi tetap membeli ekonomi. Yang satu sudah di bisnis tapi karena ada teman jadi bergeser ke ekonomi. Semoga semakin banyak contoh seperti bapak berdua ini.”

Sementara tweeps @Yu_diths ingin betul menghadiri seminar yang diisi oleh dua profesor hukum ini. “Jika akan mengisi seminar atau menjadi pembicara di berbagai event di Jogja jangan lupa berkabar ya. Saya mahasiswi yang ingin menghadiri dan melihat bapak berdua, Suwun.” (FMM)

Pos terkait