Rizieq
Habib Rizieq dan Munarman. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Isu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Shihab kembali mencuat pasca pernyataan aktivis Lieus Sungkharisma cs yang berniat memulangkannya pasca Idul Idha. Namun, sampai kini, janji itu tak teralisasi.

Menurut pengamat politik dari Indopolling Network Wempy Hadir, kepulangan Rizieq Sihab sangat tergantung dengan dirinya sendiri apakah dia mau pulang atau masih mau tetap tinggal di Arab Saudi. Tidak ada kekuatan diluar dirinya untuk memulangkan dia selain diirnya sendiri. 

“Apalagi Lies Sungkarisma, dia tidak mempunyai kekuatan atau otoritas untuk memulangkan Rizieq Sihab,” kata Wempy kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Wempy juga menambahkan, bahwa peluang untuk Habib Rizieq pulang ke tanah air sangat berat, sebab beberapa persoalan hukum sedang menanti untuk diproses. 

Misalnya saja laporan dari PP PMKRI dan laporan masyarakat yang lainnya. Semua laporan tersebut masih menunggu kehadiran Rizieq Sihab untuk diproses lebih lanjut. 

“Jadi, dia tidak kembali ke tanah air bukan karena Jokowi dua periode. Ini soal banyaknya laporan masyarakat yang mesti dia hadapi dalam proses hukum,” jelas Wempy.

Nah dalam proses hukum tersebut ada yang berdampak pidana yang artinya bisa saja masuk bui jika saja secara hukum bisa dibuktikan bahwa yang bersangkutan bersalah. 

“Jadinya rasanya tipis kemungkinan untuk balik sekarang,” jelas Wempy.

Wempy juga menyoroti janji mantan Capres Prabowo Subianto yang bakal membawa Rizieq pulang jika menang.

Wempy yakin, seiring dengan kekalahan Prabowo, janji itu tinggal kenangan.

“Saya kira hal tersebut sangat lumrah dalam kampanye politik. Apalagi kata Prabowo waktu khan kalau dia menang, sekarang dia kalah. Artinya Prabowo tidak punya hak untuk memulangkan selain Rizieg Sihab sendiri punya niat untuk pulang,” tutup Wempy.

Sebelumnya, sejumlah tokoh ahli hukum dan politisi berkumpul terkait persoalan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab (HRS). 

Mereka adalah Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma, Politisi Senior Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban, Advokat yang juga Politisi PBB Ahmad Yani, Mantan Komisioner Komnas HAM Hafidz Abbas, Eks Aktivis 98 Sangab Surbakti dan Pengacara Habib Rizieq, Damai Hari Lubis.

Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk menjemput Habib Rizieq pasca Idul Adha 1440 H yang jatuh pada hari Minggu (11/8) lalu.

Ahmad Yani mengatakan, pemerintah saat ini sudah menjelaskan bahwa sudah tak ada masalah dengan Habib Rizieq. Karenanya, sudah saatnya penggerak aksi 212 itu dijemput pulang ke tanah air. []

space iklan