Kalau Untuk Tarik Investor Gak Masalah, Tapi Kalau Hanya Belajar Bisa Via Internet Kok

  • Whatsapp
Sandi
Sandiaga Salahuddin Uno. [foto : inisiatifnews]

Inisiatifnews – Mantan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno menilai, bahwa rencana Presiden Joko Widodo membatasi kunjungan pegawai ke luar negeri sebagai kebijakan yang harus dikaji ulang.

Menurut Sandi, kunjungan ke luar negeri penting mengingat untuk menarik minat investasi ke dalam negeri.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan ke luar negeri itu penting kalau dalam rangka menarik investasi,” kata Sandi kepada wartawan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).

Sandi melanjutkan, sebagai pengusaha, dirinya sering berkunjung ke luar negeri untuk menarik minat koleganya berbisnis ke Indonesia. Dengan begitu, perekonomian di dalam negeri juga bakal meningkat berkat adanya investasi asing tersebut.

“Saya berpengalaman menarik investasi ke Indonesia. Tak boleh menunggu tapi harus menjemput bola,” jelas Sandi yang mengenakan kemeja biru muda ini.

Sandi menganggap, jika memang outputnya menarik investasi ke Indonesia dan menciptakan lapangan kerja, dia rasa sah saja. 

Namun, kalau hanya untuk pelajari satu hal atau berinteraksi bisa melalui teknologi termasuk internet

“Saya rasa kunjungan itu bisa dipangkas dan diefisiensikan sehingga tidak membebani angka-angka (keuangan),” pungkas Sandi.

Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR Jumat ini, Presiden Jokowi menyindir pejabat yang suka pelesiran ke luar negeri dengan dalih studi banding kebijakan. 

Dia menyatakan bahwa studi banding sebenarnya bisa dilakukan di dunia maya saja.

“Untuk apa jauh-jauh studi banding ke luar negeri, padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone,” kata Jokowi sambil mengeluarkan telepon seluler saat membacakan pidato kenegaraan di Ruang Paripurna, Senayan. []

Pos terkait