15 Tahun KPK Masih Belum Bisa Berantas Korupsi

  • Whatsapp
IMG 20190910 121249
Petrus Selestinus.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Mantan komisioner Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), Petrus Salestinus mengingatkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Tugas utama KPK adalah mencegah dan memberantas korupsi hingga lembaga pemerintah yang menangani tindak pidana korupsi (Polri, Kejaksaan dan Pengadilan) berfungsi secara efektif dan efisien dalam memberanras tindak pidana korupsi,” kata Petrus dalam keterangannya, Selasa (10/9/2019).

Bacaan Lainnya

Namun demikian, sudah 15 tahun lembaga antirasuah itu berdiri, ia menilai jika KPK masih belum bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal.

“Namun demikian meskipun KPK sudah berusia 15 tahun berjalan, KPK belum berhasil memberantas dan mencegah korupsi,” ujarnya.

Bagi Petrus Salestinus, seharusnya KPK juga fokus bagaimana membangun sebuah sistem pemberantasan korupsi yang efektif dan efisien, tidak hanya sekedar menyadap dan menangkap-nangkapi para koruptor itu.

“Termasuk belum berhasil membangun suatu sistem pemberantasan korupsi yang efektif dan efisien sesuai dengan wewenangnya yang diberikan oleh UU KPK,” imbuhnya.

Disampaikan anggota PERADI itu, bahwa indikator KPK sukses menjalankan tugasnya itu bukan berdasarkan berapa jumlah tangkapan yang dilakukan, melainkan bagaimana terciptanya sistem pencegahan dengan hadirnya budaya anti-koruptif khususnya bagi para penyelenggara negara. Karena budaya koruptif yang paling dasar menurut Petrus adalah adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Indikator suksesnya KPK memberantas dan mencegah korupsi terletak pada apakah telah lahir budaya masyarakat khususnya Penyelenggara Negara untuk hidup dan berperilaku anti terhadap perbuatan KKN,” tuturnya.

Jadi, indikator apakah KPK sukses atau gagal dalam menjalankan tugas, pokok dan fungsinya sebagai lembaga antirasuah adalah terletak pada budaya korupsi pejabat negara.

“Selama masyarakat khususnya Penyelengara Negara masih menjadikan KKN sebagi bagian dari gaya hidup bahkan mengidolakan korupsi sebagai gaya hidup, maka KPK dianggap gagal atau belum berhasil menciptakan sukses dalam pemberantasan korupsi,” tegasnya.

KPK Hanya Tangani Akibat, Bukan Sebabnya

Lebih lanjut, Petrus Salestinus juga memberikan kritikan kepada lembaga yang saat ini dipimpin oleh Agus Raharjo itu, bahwa KPK masih fokus terhadap penanganan hilir semata, tidak tampak serius bagaimana menangani dari hulu atau penyebabnya mengapa tindakan korupsi tersebut bisa terjadi.

“Selama ini KPK hanya memberantas kejahatan korupsi pada bagian hilirnya saja, tetapi kejahatan nepotisme dan kolusi tidak pernah disentuh, bahkan pasal kejahatan nepotisme dan kolusi malah mati suri,” tandasnya.

“Padahal awal mula dari kejahatan korupsi adalah adanya kolusi dan nepotisme kemudian terjadilah apa yang disebut korupsi, yang selama ini tidak pernah tercabut dari habitatnya,” paparnya. [NOE]

Pos terkait