Cover Majalah TEMPO, Gus Nadir : Kritikan yang Artistik

  • Whatsapp
nadirsyah hosen
Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. Twitter / @na_dis
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Ramai-ramai orang memperbincangkan cover majalah TEMPO edisi 16-22 September 2019, di mana dalam cover tersebut tampak gambar Joko Widodo dengan cover hidung lebih panjang layaknya pinokio.

Banyak yang berasumsi bahwa cover majalah investigasi itu memiliki makna yang sangat merendahkan martabat Jokowi sebagai Kepala Negara sekaligus Kelapa Pemerintahan.

Bacaan Lainnya

Apalagi konteks dalam cover itu jelas, yakni mengenai perspektif para pegiat antikorupsi yang merasa Presiden ingkar janji dalam upaya penguatan lembaga antirasuah yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam menyikapi cover majalah TEMPO itu, muncul perspektif lain dari tokoh Nahdliyyin, Nadirsyah Hosen. Di mana dalam kicauan akun twitter pribadinya, pria yang karib disapa Gus Nadir itu memandang bahwa itu adalah wujud artistik yang sarat akan argumentatif.

Apakah konteksnya adalah menghina Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, Gus Nadir memandang itu sama sekali tidak ada unsur penghinaan, karena gambar hidung panjang bukan berada di gambar utama, melainkan bayangan.

“Cover majalah Tempo ini artistik. Yang hidungnya panjang kayak Pinokio adalah bayangan Jokowi, bukan gambar Jokowinya,” tulis Gus Nadir, Minggu (15/9/2019).

Ditekankan Gus Nadir, bahwa konteks dalam cover itu adalah mengritik bukan menghina, dan Presiden Jokowi secara pribadi seharusnya tidak tersinggung tentang penampakan cover majalah TEMPO itu.

“Ada mesej yang kuat, tanpa melecehkan. Saya yakin Pak @jokowi tidak perlu tersinggung. Kritikan yang artistik dan argumentatif itu perlu dalam demokrasi 👍👏🏻,” imbuhnya. []

cover majalah tempo
Cover majalah TEMPO edisi 16-22 September 2019.

Pos terkait