KPK Garap Petinggi PT Garuda Indonesia Soal Kasus Suap Pengadaan Mesin Pesawat

  • Whatsapp
Pesawat Garuda Indonesia
Foto : Katadata
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Management Risiko, Achirina dalam kasus suap pengadaan pesawat dari Airbus dan Rolls-Royce pada PT. Garuda Indonesia.

Selain Archirina, mantan Vice President Aircraft Maintenance Management, Batara Silaban; mantan Direktur Komersial, Agus Priyanto; dan mantan Direktur Layanan Strategi dan Teknologi Informasi, Elisa Lumbantoruan pun digarap penyidik KPK.

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar) terkait kasus,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Senin (17/9/2019).

Sebelumnya, penyidik juga memeriksa sejumlah pejabat PT. Garuda Indonesia seperti Vice President (VP) Treasury Management PT. Garuda Indonesia, Albert Burhan. KPK mendalami proses pengadaan pesawat dan mesin pesawat.

Dalam kasus ini, Emirsyah dan Soetikno bersama Direktur Teknik Direktur Teknik Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno telah ditetapkan sebagai terasangka kasus TPPU di perusahaan maskapai terbesar di Indonesia ini.  

Sebelumnya, Emiryah dan Soetikno sudah berstatus tersangka suap pengadaan mesin dan pesawat Garuda Indonesia dari S.A.S Rollys-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

Emirsyah diduga menerima suap 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp 20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dollar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Rolls Royce, lewat pengadilan di Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta poundsterling atau sekitar Rp 11 triliun karena terbukti melakukan suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan, Anggola dan Irak.

Dalam perkembangannya, KPK menemukan adanya aliran dana lintas negara dalam pengusutan perkara ini. KPK juga telah mengantongi adanya penggunaan puluhan rekening bank asal luar negeri yang diduga berkaitan dengan aliran dana milik para tersangka suap Garuda. []

Pos terkait