Rocky Gerung : Tuhan Tidak Berdaulat

  • Whatsapp
Rocky Gerung
Rocky Gerung. [foto : Inisiatifnews]
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Filsuf, Rocky Gerung menyatakan bahwa kedaulatan harus kembali dimiliki oleh rakyat. Dan bahasa kedaulatan untuk rakyat harus dihapuskan dalam perspektif naratif publik.

“Jadi kedaulatan bukan untuk rakyat tapi punya rakyat,” kata Rocky Gerung di Gedung Joeang 1945, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

Bacaan Lainnya

Ia menyatakan bahwa kedaulatan bukan milik pemerintah, bukan milik Presiden atau penguasa, bukan milik raja atau milik siapapun. Namun kedaulatan adalah milik rakyat.

Dan Rocky juga merujuk pada regulasi di UUD 1945 di mana kedaulatan ada di tangan rakyat.

“Kedaulatan itu punya rakyat, bukan punya raja, negara, Tuhan atau apapun. Ayat 2 pasal 1 UUD 1945, negara berdasarkan kedaulatan rakyat, itu prinsipnya,” ujarnya.

Karena dasar UUD 1945 itulah, Rocky sampai menyatakan bahwa Tuhan sekalipun tidak berdaulat terhadap konstitusi.

“Tuhan berdaulat nggak dalam konstitusi? tidak. Karena Tuhan tidak ikut pilkada. Tuhan berdaulat pada manusia dan individu, tapi dalam negara tidak berdaulat,” tegasnya.

Selain itu, akademisi dan intelektual Indonesia itu menegaskan bahwa saat ini kedaulatan rakyat tidak berada di tangan rakyat sebagai pemilik sah secara konstitutif. Maka dari itu, ia menyerukan agar kedaulatan rakyat harus direbut kembali.

“Kenapa kita harus kembalikan kedaulatan rakyat, karena dirampas oleh kedaulatan partai dan asing,” tuturnya.

Perjuangan untuk mengembalikan lagi kedaulatan rakyat tidak bisa dilakukan masing-masing individu rakyat, akan terapi harus ada kesamaan perjuangan antar rakyat Indonesia. Karena sama halnya dengan kebebasan yang harus diperjuangkan.

“Begitu juga kebebasan. Kebebasan bukan hadiah dari negara tapi hak yang harus diperjuangkan setiap hari dengan kekuatan sendiri dan dengan cara bersama-sama,” tambahnya.

Namun begitu, baik kedaulatan dan kebebasan juga harus diperjuangkan dengan narasi dan argumentasi yang tepat. Ia berpesan kepada elemen masyarakat termasuk akademisi untuk meningkatkan intelektualitas. Karena dengan argumentasi yang tepat dan kuat menjadi kunci perjuangan perebutan kedaulatan dan kebebasan itu bisa tercapai.

“Kedaulatan untuk rakyat itu kita gak punya argumentasi. Kenapa saya jadi oposisi karena saya mau perkuat argumentasi dan menghasilkan ulang akal sehat,” tutup Rocky. []

Pos terkait