Foto : Inisiatifnews

Inisiatifnews – Ratusan Mahasiswa dari lintas kampus di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI.

Mereka mendesak agar DPR RI segera mencabut Revisi UU KPK yang dianggap melemahkan KPK dalam konteks pemberantasan tidak pidana korupsi.

Selain Revisi UU KPK, mereka juga menentang upaya DPR RI mengetok palu Revisi UU KUHP dalam konteks pasal penghinaan presiden dan hukum pidana bagi rakyat miskin dan korban pemerkosaan, dan RUU Pertanahan. Serta mereka mendesak agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) disahkan.

“Kami sesalkan dalam mengesahkan RUU KPK, tidak ada partisipasi masyarakat, DPR abai dalam persoalan partisipasi masyarakat,” kata perwakilan dari Mahasiswa Universitas Trisakti, Edmund Seko kepada wartawan di depan gedung DPR RI, Kamis (19/9/2019).

Baca juga :  Ada UU Bisa Diubah Pakai PP, DPR Pastikan Akan Lakukan Koreksi

Dalam pertemuan itu, beberapa pimpinan dan perwakilan Mahasiswa diterima untuk beraudiensi di DPR RI. Mereka diterima oleh Sekjen DPR RI, Indra Iskandar.

Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan juga desakan agar DPR tidak lagi ada progres pengesahan RUU apapun karena dianggapnya ada indikasi lain dan terkesan terburu-buru.

“Kita sampaikan ke DPR tidak boleh ada UU yang disahkan dalam masa transisi ini karena kita yakin ini keadaan terburu-buru dari DPR,” tegasnya.

Baca juga :  Ada UU Bisa Diubah Pakai PP, DPR Pastikan Akan Lakukan Koreksi

Dalam pertemuan yang lebih kurang berlangsung 3 jam itu didapat kesepakatan antara Sekjen DPR RI dengan perwakilan massa aksi. Mereka dijanjikan untuk diajak berdialog dengan pimpinan DPR untuk membahas tuntutan mereka. Hal ini lantaran para Ketua DPR tidak bisa menemui mereka hari ini.

“Tapi Sekjen DPR janjikan dalam perjanjian bersama tadi, tanggal 24 september akan dilakukan pertemuan dengan mahasiswa,”

Saat berita ini diterbitkan, massa aksi baru mulai meninggalkan lokasi aksi. []

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia