Prima DMI Harap Polisi Tindak Tegas Anggotanya yang Represif di dalam Masjid

  • Whatsapp
Winsalamsyah Lingga
Ketua Bidang Polhukam PP PRIMA DMI, Winsalamsyah Lingga. [foto : istimewa]
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Ketua Bidang Politik Hukum dan Ham Pusat Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PP Prima DMI), Winsalamsyah Lingga mengaku sangat menyayangkan aksi anggota korps kepolisian yang melakukan tindakan represif terhadap Mahasiswa yang berlindung di dalam Masjid.

Menurutnya, tindakan oknum Polisi tersebut sudah sangat menyalahi protap kepolisian dan mengotori Masjid.

Bacaan Lainnya

“Kami menyatakan keprihatinan kami atas peristiwa tersebut,” kata Lingga dalam keterangan persnya, Rabu (25/9/2019).

Maka dari itu, ia pun meminta dengan tegas kepada Kapolda Sulawesi Selatan untuk melakukan tindakan tegas kepada anggotanya tersebut.

“Meminta Kapolda Sul-Sel Irjen. Pol. Drs. Mas Guntur Laupe, S.H., Usut tuntas terhadap oknum polisi bersangkutan secara hukum dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Namun demikian, ia pun mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak terpancing dengan hasutan apapun yang justru malah memperkeruh suasana. Ia berharap agar masyarakat bisa menahan dan menenangkan diri.

“Menghimbau kepada Mahasiswa dan Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan hal tersebut, percayakan kepada pihak kepolisian dan kami Prima DMI akan terus mengawal hingga tuntas,” terangnya.

Berikut adalah video yang viral tersebut :

Perlu diketahui, bahwa beredar video anggota polisi masuk ke dalam Masjid untuk mengejar mahasiswa yang mengamankan diri di sana. Video tersebut beredar di grup-grup Whatsapp.

Dalam video yang beredar itu menggambarkan beberapa polisi membawa tongkat, tameng, mengenakan helm dan masih mengenakan sepatu tengah menangkap sejumlah orang yang diduga Mahasiswa pendemo di dalam Masjid. Suara perempuan berlogat khas Makassar terdengar dari video tersebut.

Terhadap video yang beredar itu, Kapolda Sulawesi Selatan melalui Kabid Humasnya yakni Kombes Pol Dicky Sondani membenarkannya. Ia menyampaikan bahwa aksi tersebut adalah tindakan pengejaran dari aparat Kepolisian terhadap massa aksi di depan Gedung DPRD Sulawesi Selatan. Massa yang anarkis sebelumnya melempari polisi dengan batu sehingga tindakan tegas Polisi terpaksa diambil untuk menangkap dan membubarkan massa aksi.

“Kronologi kejadian, anggota yang sedang melakukan pengamanan demonstrasi di kantor DPRD dilempar Mahasiswa dengan batu. Pasca lemparan itu terjadilah pengejaran Mahasiswa oleh anggota, namun Mahasiswa bersembunyi di masjid samping DPRD. Mahasiswa yang melempar petugas sengaja menjadikan masjid sebagai tameng. Akhirnya petugas menangkap Mahasiswa pelaku pelemparan yang bersembunyi di Masjid,” kata Kombes Pol Dicky dalam keterangannya, Selasa (24/9) kemarin.

Namun demikan ia menyampaikan bahwa Kapolda Sulses pun menyampaikan permohonan maafnya terhadap peristiwa tersebut.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Polda Sulses mohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden tersebut,” tutupnya. []

Pos terkait