Universitas Sahid
Mahasiswa dari Universitas Sahid saat berswafoto di depan Polisi usai menggelar aksi unjuk rasa di DPR RI. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Sahid, Tama mengharapkan agar DPR RI periode 2019-2024 yang telah dilantik hari ini bisa fokus pada persoalan regulasi yang sempat dibahas DPR periode sebelumnya, hingga menimbulkan polemik di masyarakat.

“Harapan untuk itu kita ingin evaluasi lagi rancangan UU kemarin yang bermasalah karena itu krusial untuk rakyat Indonesia,” kata Tama kepada Inisiatifnews.com di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Kemudian Tama juga meminta agar revisi UU KPK juga dievaluasi lagi oleh DPR. Ia juga percaya bahwa lembaga antirasuah di Indonesia itu tidak sempurna, namun regulasi yang dikeluarkan oleh DPR harus cenderung bisa memperkuat bukan melemahkan seperti saat ini.

“Saya mau itu dievaluasi. Karena memang KPK bukan lembaga yang suci, itu yang harus dievaluasi. Dan kita juga sangat mendukung judicial review,” ujarnya.

Langkah selanjutnya setelah berbagai rentetan aksi yang mereka ikuti, Tama menyampaikan bahwa pihaknya juga akan berusaha untuk melakukan dialog secara langsung dengan DPR RI yang saat ini telah terpilih untuk membahas berbagai persoalan nasional. Termasuk juga soal revisi UU yang sempat heboh itu.

Bagi Tama, tujuan utama dari Mahasiswa adalah untuk mengawal bagaimana Indonesia dapat berjalan dengan baik.

“Kita berusaha untuk diskusi-diskusi dengan pimpinan-pimpinan yang terkait dan termasuk di DPR untuk mengawal jalanannya Indonesia ke depan,” tandasnya.

Investigasi Korban Unjuk Rasa Mahasiswa

Selain itu, Tama juga menyinggung tentang tindakan represif dari aparat Kepolisian yang mengawal jalannya aksi unjuk rasa Mahasiswa. Adanya korban jiwa dan korban luka-luka menurut Tama harus segera dituntaskan oleh pemerintah dan Kepolisian sendiri.

“Kita mau evaluasi aja tindakan-tindakan represif yang dilakukan oleh polisi. Apalagi ada kawan kami yang jadi korban jiwa dan luka-luka. Mungkin ini harus dievaluasi oleh polisi,” tegas Tama.

Ia juga menyinggung dua orang Mahasiswa di Kendari yang meninggal diduga akibat tindakan represif Polri itu.

Pengusutan dan penindakan tegas terhadap oknum aparat yang bersalah akan membuat citra Polri bisa kembali baik termasuk di mata publik.

“Itu harus diusut tuntas, pemerintah dan kepolisian membentuk tim investigasi untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara Mahasiswa, Kepolisian dan masyarakat,” tandasnya. [NOE]

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia