SETARA Institute Nilai Serangan ke Wiranto Aksi Teror ke Negara, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Ismail SETARA
Direktur Eksekutif SETARA Insitute, Ismail Hasani.

Meskipun demikian, Ismail menilai bahwa pencegahan terorisme menuntut pemerintah harus memiliki formula yang presisi, holistik dan berkelanjutan dalam kerangka HAM dan demokrasi.

“Pemerintah harus fokus pada hulu terorisme dan mempersempit enabling environment yang mempercepat inkubasi terorisme,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Terorisme dan segala bentuk ekstremisme kekerasan merupakan musuh bersama seluruh bangsa dan umat manusia. Oleh karena itu, Ismail menyampaikan bahwa pencegahan dan penanganannya tidak cukup mengandalkan kelembagaan dan sumber daya negara. Negara memang harus menjadi agensi utama dalam pencegahan ekstremisme kekerasan.

Namun demikian, dibutuhkan juga partisipasi dan keterlibatan warga, khususnya dalam pencegahannya, sehingga akan terbangun perlawanan semesta terhadap terorisme.

Agenda penguatan ketahanan warga (resilience) adalah kebutuhan untuk membentengi warga dari paparan dan intrusi gerakan dan narasi antikebinekaan dan Pancasila.

“Dalam konteks itu, Pendidikan Kebinekaan dan tata kelola yang inklusif harus digalakkan, agar seluruh anak bangsa dapat hidup bersama secara damai di tengah aneka perbedaan,” pungkas Ismail.

Di samping itu, promosi toleransi mesti menjadi agenda kolektif yang berkelanjutan. Oleh karena itu merebaknya intoleransi dan radikalisme harus ditangani sejak dini.

“SETARA Institute mengingatkan kembali bahwa intoleransi merupakan anak tangga pertama menuju terorisme,” tutup Ismail. [NOE]


Pos terkait