Mahasiswa UI Dukung Judicial Review UU KPK Dibanding Aksi yang Mentah

  • Whatsapp
Mahasiswa UI
Suasana Dialog Kebangsaan yang diadakan oleh Barasastra UI, Depok, Jawa Barat. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Berbagai kalangan mahasiwa dari Universitas Indonesia mendukung langkah Konstitusional. Dan dalam hal ini Badan Esekutif Mahasiswa(BEM) UI dukung akan judicial review UU KPK ketimbang demonstrasi tanpa mendalami secara ilmiah bila melirik dari kajian yang lebih mendalam.

Salah satu mahasiswa Fakultas Hukum UI, Zico Leonard Djagardo S memberikan masukan agar Mahasiswa tetap menjaga norma hukum dan konstitusi yang ada. Tujuannya agar terjaga iklim demokrasi yang sehat dalam berbangsa dan bernegara.

Bacaan Lainnya

“Mahasiswa itu sebenarnya penjaga demokrasi tapi pertanyaannya, demokrasi apa yang harus dijaga,” kata Zico pada para awak media saat ditemui usai gelar Dialog Kebangsaan yang diadakan oleh Barasastra dengan mengangkat tema ‘Langkah Tepat untuk Menciptakan Suasana Bangsa dan Negara yang Harmonis’ di UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019).

Menurutnya, para Mahasiswa yang turun aksi ke jalan tersebut tidak mengerti apa yang sedang dipermasalahkan bahkan bisa dianulir, karena menurutnya mereka hanya sebatas ikut-ikutan saja atau karena ada yang menggerakkan dengan iming-iming akomodasi tertentu.

“Kadang-kadang ada orang dia tidak tahu apa yang dipermasalahkan atau dia hanya ikut-ikut saja,” ungkapnya.

Ia juga menduga bahwa letak salah atau benar itu bukan hanya dihitung dari gerakannya, namun salah atau benar itu bisa diukur juga dari niatnya.

“Ada beberapa yang menghubungi saya juga dan bilang untuk kita aksi ke jalan untuk mendesak Jokowi,” ucap Zico.

Mirisnya, meskipun Zico percaya di BEM UI banyak pihak yang baik, hanya saja terkait aksi yang baru ini terjadi menurutnya dilakukan dengan tanpa melakukan penelitian yang lebih mendalam dan matang.

“Saya mendukung gerakannya, tapi saya kecewa dengan eksekusinya sebab tidak dengan persiapan yang matang,” sambungnya.

Dalam hal ini, Ia pun menyebutkan rasa kecewa yang mendalam dengan tindakan oleh ketua BEM UI seperti Manik Marganamahendra dan kecewa dengan Presma UGM begitu pun dengan Presma ITB.

“Saya kecewa dengan orang-orang yang waktu itu dihadapkan dengan pak Yasonna Laoly (Menkumham -red) karena pada saat itu mereka sudah tersedia waktu yang banyak, sumber daya yang baik untuk menunjukkan kualitas gerakan itu. Sebab untuk menunjukkan apa yang mereka perkarakan itu (tanpa penelitian mendalam) namun saya kecewa karena tindakan mengeksekusi mereka yang tidak mendalaminya. Mereka juga tidak mempelajarinya, mereka tidak menyampaikannya dengan kualitas mahasiswa yang sudah mengerti masalah itu,” paparnya.

Dia pun sangat memahami sekali bahwa para pihak yang aksi turun ke jalan tersebut memiliki tujuan yang mulia, namun sejatinya, banyak yang tidak mendalami tentang apa yang dibahas dalam isu yang mereka angkat. []

Pos terkait