KWI Nilai Pelantikan Jokowi-Maruf Keberhasilan Indonesia Jaga Demokrasi

  • Whatsapp
kiyai maruf
Jokowi dan KH Maruf Amin saat debat pilpres kelima di Golden Ballroom The Sultan Hotel and Residence Senayan.

Inisiatifnews – Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Vincentius Sensi Potokota menilai bahwa pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 yakni Joko Widodo dan KH Maruf Amin adalah sebuah bukti, bahwa Indonesia masih kokoh menjaga nilai-nilai demokrasi di dalamnya.

“Pelantikan Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Bapak KH. Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi kita untuk bersyukur atas keberhasilan bangsa Indonesia dalam menghidupi nilai-nilai demokrasi sehingga pemilihan umum boleh berjalan baik dan melahirkan pemimpin baru,” kata Vincentius dalam siaran persnya, Kamis (17/10/2019).

Bacaan Lainnya

Ia pun mengajak para umat Katolik untuk memanjatkan doa agar proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pilpres 2019 tersebut dapat berlangsung lancar, sehingga mereka yang dilantik tanggal 20 Oktober 2019 itu dapat benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kita juga berdoa semoga Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam menjalankan tugas selanjutnya,” ujarnya.

Keamanan

Kemudian Uskup Agung Ende ini juga menyinggung masalah keamanan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden nanti. Apalagi belajar dari peristiwa ditusuknya Menko Polhukam, Wiranto dalam kunjungannya ke Pandeglang Banten hari Kamis (10/10) lalu, maka sikap antisipatif harus dilakukan oleh aparat keamanan.

Ditambah lagi kata Vincentius, hari pelaksanaan pengambilan sumpah jabatan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf itu berlangsung hari Minggu, dimana mereka tengah menjalankan ibadah.

“Memperhatikan perkembangan situasi jelang pelantikan dengan adanya peristiwa tindak kekerasan terhadap Menkopolhukam dan penangkapan terhadap para terduga teroris oleh aparat kepolisian,” tuturnya.

“Maka kita juga perlu waspada dan melakukan tindakan antisipatif. Kebetulan hari pelantikan Presiden jatuh pada hari Minggu dan pada hari itu kita semua menjalankan ibadah di gereja,” imbuhnya.

Namun begitu, ia pun mengajak para umat Katolik khususnya untuk mempercayakan sepenuhnya pengamanan yang dilakukan oleh aparat baik TNI maupun Polri.

“Kita semua yakin dengan rasa aman yang diberikan oleh aparat,” pungkasnya.

“Tetapi tidak ada salahnya juga kita secara intern turut menjaga gereja kita, misalnya: memastikan lingkungan gereja dalam kondisi aman dengan mencegah dan/atau mewaspadai kehadiran orang yang mencurigakan, memaksimalkan satuan pengamanan dan petugas gereja yang lain, koordinasi dengan aparat keamanan setempat, mengupdate nomor-nomor telpone untuk emergency, mengaktifkan CCTV jika sudah ada,” imbau Vincentius. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait