Mahfud MD, Ekonomi Gak Buruk-buruk Amat

  • Whatsapp
Pengertian Pasar Tradisional
Ist
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof Mahfud MD bertemu dengan Jusuf Kalla di rumah dinas Wapres. Dalam pertemuan tersebut, banyak poin yang dibahas termasuk soal ekonomi.

Menurut Mahfud, sektor ekonomi di Indonesia saat ini memang ada kekurangan, namun berdasarkan dialog dengan Jusuf Kalla itu, kondisi ekonomi tidak terlalu buruk.

Bacaan Lainnya

“Keadaan ekonomi kita saat ini tidak buruk-buruk amat,” kata Mahfud di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Ia berharap bangsa Indonesia tidak panik dengan kondisi nasional saat ini. Jika situasi nasional tenang, maka pelaksanaan negara bisa berjalan dengan baik.

“Kita berjalan dengan tenang agar negara ini bisa melaksanakan agenda-agenda konstitusionalnya,” imbuhnya.

Selain itu, menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, situasi nasional saat ini cenderung aman. Namun ia tetap mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia dapat menjaga kondusifitasnya.

“Sekarang situasi tidak terlalu mengkhawatirkan di seluruh Indonesia. Ya diharapkan bisa tenang ya,” tutur Mahfud.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Agustus 2019, bahwa perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2019 mencapai Rp3.963,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.735,2 triliun.

Ekonomi Indonesia triwulan II-2019 dibanding triwulan II-2018 tumbuh 5,05 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 10,73 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 15,27 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan II-2019 dibanding triwulan I-2019 meningkat sebesar 4,20 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,80 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang meningkat signifikan sebesar 36,28 persen. []

Pos terkait