Romo Benny: Pancasila Redam Ekses Negatif Kemajuan Teknologi

  • Whatsapp
IMG 20191023 WA0026
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Kemajuan teknologi selain memudahkan, juga membawa ekses negatif. Kemajuan teknologi lewat media sosial dapat menjadi wahana penampung dan penyebaran ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA, khususnya sentimen agama.

Hal ini diungkapkan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo saat memberikan pemaparan Aktualisasi Pancasila dalam Seminar Nasional Sosiologi yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya, Rabu (23/10).

Bacaan Lainnya

Kata Romo Benny, dari dulu perbedaan dalam keyakinan beragama ini tidaklah menjadi masalah. “Masalah keragaman tafsir ilahi, otoritas yang tunggal dulu tidak dipermasalahkan, damai, dan hidup berdampingan. Padahal dulu agama dan kepercayaan lokal itu banyak, tetapi dapat hidup damai dalam persatuan. Sekarang ini konflik semakin meruncing karena kemajuan teknologi lewat media sosial,” kata Romo Benny di Universitas Airlangga, Surabaya, Rabu (23/10).

Selain Romo Benny, hadir Dosen Sosiologi Universitas Airlangga Daniel Theodore Sparringa dan Direktur Institute For Javanese Islam Research Akhol Firdaus serta lebih dari 200 mahasiswa yang berasalal dari seluruh Indonesia.

Romo Benny mengingatkan, permasalahan di era digital ini terjadi karena tidak ada pendidikan kritis dalam memilah dan menyaring isu.

“Tidak adanya pendidikan kritis ini menyebabkan masalah pluralisme seperti aksi kekerasan terhadap rumah ibadah, kekerasan kemanusiaan, menganggap keyakinan sendiri lebih benar semakin banyak terjadi semakin sering ditemui,” paparnya.

Semua permasalahan ini dapat diatasi jika aktualisasi Pancasila diterapkan dan menjadi habituasi yang menciptakan keadaban publik. Selain itu, rohaniawan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini mengajak publik untuk berusaha meninggalkan politik identitas.

“Pancasila harus menjadi habitus bangsa karena harus dibatinkan dalam prilaku. Ini akan menjadi keadaban publik yang akan merekatkan persatuan,” pungkas Romo Benny. (INI)

Pos terkait