Projo Batal Bubar, Gara-gara Ketumnya Diangkat Jadi Wamen

Budi Arie Setiadi
Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi di Istana Negara Jakarta. [foto : Media Indonesia]

Inisiatifnews – Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi hari ini dipanggil ke Istana Negara untuk menjalani proses penjajakan Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Tampaknya, Budi Arie akan diberikan amanat untuk membantu kinerja Abdul Halim Iskandar sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Budi Arie secara tidak langsung dengan menyinggung bahwa pembangunan nasional harus dilakukan dengan memulainya dari pedesaan.

“Pembangunan harus dibangun dan dimulai dari pinggiran atau dari desa,” kata Budi usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Kemudian lanjut Budi, bahwa anggaran dana desa yang cukup besar harus dikawal dengan baik sehingga memberikan manfaat, kemajuan yang berarti bagi masyarakat pedesaan. Tentunya dengan harapan agar bisa menghasilkan kontribusi yang besar bagi bangsa terutama masyarakat secara merata.

Selain itu, Budi Arie Setiadi mengisyaratkan bahwa organisasinya itu tidak jadi bubar. Hal ini lantaran dirinya masih diminta oleh Presiden Jokowi untuk melanjutkan kinerja militansinya, ditambah dirinya mendapatkan amanat baru sebagai Wamen Kemendes/PDTT.

“Kita mau pamit tapi nggak dikasih malah disuruh kerja lagi. gimana dong?,” seloroh Budi Arie kepada wartawan sambil tersenyum.

Dan ia juga memberikan statemen bahwa Projo akan tetap lanjut sebagai organisasi kemasyarakatan selama Joko Widodo masih ada.

“Projo selama ada pak jokowi tetap ada karna Projo adalah rumah besar pak Jokowi,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa pada hari Rabu (23/10) lalu sempat menggelar konferensi pers untuk menyatakan diri membubarkan organisasinya. Konferensi pers tersebut dilakukan langsung oleh Sekjen DPP Projo Handoko tanpa kehadiran Budi Arie Setiadi.

“Kini saatnya bagi keluarga besar Projo dengan perjalanan sejarah 6 tahun ini saat bagi kami keluarga Projo mundur dari kegiatan politik di seluruh tanah air. Kami akan kembali ke habitat masing-masing dan kami bangga menjadi penjemput sejarah,” kata Handoko saat itu. []

Pos terkait