Eks Panglima NII, Ekstremis Cenderung Lebih Waspada dan Paranoid

  • Whatsapp
Ken Setiawan
Eks Panglima NII, Ken Setiawan saat mengisi materi dengan beberapa narasumber lainnya di Omah Kopi 45, Menteng, Jakarta Pusat. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Mantan Panglima Negara Islam Indonesia (NII), Ken Setiawan menyampaikan bahwa kelompok jihadis ekstremis dan radikalis adalah sosok orang-orang yang memilii tingkat kewaspadaan tinggi.

“Mereka juga cukup waspada dan paranoid,” kata Ken dalam sebuah diskusi di area Gedung Joeang 1945, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

Bacaan Lainnya

Ken juga menceritakan saat dirinya masih aktif sebagai kelompok separatis NKRI, bahwa sempat ia berpindah-pindah rumah karena untuk menyikapi rasa paranoidnya itu.

“Bahkan saya dulu, ketika ada tukang bakso padahal tukang bakso beneran berhenti di depan rumah kita lama aja, kita sudah was-was, jangan-jangan dia intel. Saat tukang baksonya pergi, kita bisa lho sampai pindahan (pindah rumah),” terangnya.

Hal ini terjadi lantaran kelompok tersebut merasa memiliki musuh besar, yakni aparat keamanan dan pemerintahan negara Indonesia.

“Itu sikap kewaspadaan kita karena kita merasa punya lawan,” ujarnya.

Ken juga mengingatkan mengapa bangsa Indonesia yang sangat cinta terhadap NKRI dan memegang teguh ideologi Pancasila sebagai ideologi tunggal berbangsa dan bernegara tidak merasa ada ancaman besar yakni masuknya ideologi trans-nasional itu.

Pendiri NII Crisis Center ini juga memberikan catatan penting, bahwa bangsa Indonesia mudah disusupi kelompok ekstremis ini lantaran tidak merasa terancam dengan kehadiran ideologi dan kelompok semacam itu, meskipun sejatinya menurut dia itu adalah ancaman terhadap ideologi yang dipegang oleh bangsa Indonesia sejak negara ini berdiri.

“Permasalahan kita adalah punya ancaman, tapi tidak pernah merasa punya ancaman. Kita cenderung lemah walau kita mayoritas. Karena mereka selalu evaluasi dan kuat, baik mingguan, bulanan bahkan harian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ken juga memberikan catatan kepada Menteri Agama yang baru ini yakni Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi, agar serius menyikapi paham ekstremis dan ideologi trans-nasional.

Ditambah lagi paham dan ideologi tersebut saat ini juga sudah banyak memapar para pegawai negeri alias aparatus sipil negara (ASN).

“Bulan ini, ada guru di satu sekolah dia ASN positif dia anti pancasila. Dia bilang rezim ini toghut dan khilafah adalah satu-satunya solusi. Ketika sudah masuk di masyarakat maka menjadi tanggung jawab bersama dan ini juga tantangan bagi Menteri Agama sekarang,” pungkasnya. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait