Aksi Mahasiswa UHO
Aksi Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) di Jakarta Pusat. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), La Maco menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya ke Jakarta adalah untuk menuntut keadilan atas meninggalnya dua rekannya yakni Randi dan Muhammad Yusuf saat aksi unjuk rasa menolak Revisi UU KPK di Kendari.

“Kami di sini hanya minta pada Presiden Jokowi untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia khususnya di Kendari,” kata Maco dalam orasinya di samping Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Ia juga meminta agar aparat kepolisian tidak melakukan kriminalisasi terhadap aktivis yang ingin menyuarakan kebenaran.

“Kita harap tidak ada kriminalisasi aktivis di negeri ini. Setahu saya itu polisi dibentuk untuk menjadi lembaga penegak hukum, pelayanan dan pengayom masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menyatakan akan menunggu realisasi janji Presiden Jokowi dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM termasuk diantaranya menurut Maco adalah tewasnya dua rekan kampusnya itu.

“5 tahun lalu Presiden Jokowi sudah berjanji akan tuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM, tapi faktanya masih banyak tindakan represif yang timbulkan korban jiwa yakni Mahasiswa,” pungkasnya.

Pada hari Kamis, 26 September 2019, Mahasiswa UHO ikut aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulawesi Utara. Mahasiswa tersebut menyatakan penolakan terhadap beberapa rencana revisi UU yang dianggap kontroversial. Salah satunya adalah rencana pemerintah pusat dan DPR RI yang merevisi UU KPK.

Namun dalam aksinya, dikabarkan Randi Mahasiswa fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan meninggal dunia. Berdasarkan informasi, ada bekas luka tembak di dadanya sebelah kanan.

Sebelum meninggal dunia, Randi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Korem untuk mendapatkan upaya medis lebih lanjut. Sayangnya 15 menit setelah ditangani di UGD RS Korem, Randi dinyatakan meninggal dunia pukul 15.30 WITA.

Dalam aksi yang sama, ternyata Mahasiswa UHO bernama Muhammad Yusuf dari fakultas Taknik juga sempat mendapatkan perawatan intensif sebelum meninggal dunia.

Yusuf sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Bahteramas Kendari setelah sebelumnya dirujuk dari RS Korem. Ia mengalami luka parah di kepala hingga sempat koma.

Namun pada hari Kamis (27/9) pukul 04.00 WITA, Yusuf dinyatakan meninggal dunia.

[]

space iklan