Jalur Sepeda Dianggap Hanya Buang-buang Duit Rakyat

  • Whatsapp
jalur khusus sepeda
Jalur khusus sepeda di depan Balaikota DKI Jakarta.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan tampaknya tengah gencar-gencarnya untuk membuka jalur sepeda di kawasan DKI Jakarta. Bahkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sampai mengusulkan tambahan anggaran pemprov sebesar Rp69,2 miliar untuk memfasilitasi jalur sepeda itu, dari sebelumnya dianggarkan Rp4,498 miliar.

Namun Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco memberikan usulan agar kebijakan pembangunan jalur sepeda itu bisa dikaji lagi. Pasalnya menurut Basri, jalur sepeda itu bukan untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah, melainkan kalangan menengah ke atas.

Bacaan Lainnya

“Jalur sepeda itu hanya untuk kaum menengah ke atas. Kalau menurut Golkar, tolong dikaji ulang lagi, dicarikan yang benar-benar bermanfaat buat rakyat banyak,” kata Basri di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Bahkan saking tidak bermanfaat bagi masyarakat kecil Jakarta, Basri menilai rencana proyek pembukaan jalur khusus sepeda hanya akan menghambur-hamburkan uang rakyat semata.

“Karena menurut kita, jalur sepeda enggak efektif, pasti buag uang rakyat,” imbuhnya.

Jika memang bisa dioptimalkan jalur sepeda itu, Basri memberikan saran kepada Anies Baswedan untuk mengeluarkan kebijakan wajib bersepeda bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk aktivitas berangkat ke kantor. Dan jika memang kebijakan itu berlaku maka bisa jadi jalur sepeda itu ada nilai manfaat yang optimal di dalamnya.

Hal ini disampaikannya lantaran saat ini belum jelas pula berapa persentase pengguna sepeda di Jakarta untuk menjalankan aktivitasnya.

“Saya lihat nggak dipakai juga kok itu kecuali ya dikeluarkan kebijakan PNS DKI Jakarta pokoknya naik sepeda, tiap hari ini naik sepeda gitu,” tuturnya.

Kenapa anggaran jalur sepeda sampai Rp73,771 miliar ?

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2020 bersama Komisi B DPRD DKI memberikan penjelasan mengapa anggaran pembukaan jalur sepeda di kawasan DKI Jakarta bisa sebengkak itu. Yang semula Rp4,498 miliar kemudian diusulkan kenaikan sebesar Rp69,2 miliar sehingga total anggarannya menjadi Rp73,771 miliar.

“Mata anggaran selanjutnya pembangunan rekayasa lalu lintas busway Rp69 miliar. Ini adalah pembangunan jalur sepeda. Tahun ini (tahun depan) dibangun 63 kilometer dari 500 kilometer,” kata Syafrin di DPRD DKI Jakarta, Senin (28/10).

Di depan para anggota dewan, Syafrin meminta agar pembangunan jalur sepeda tidak dilihat sebagai konsep mengurangi kapasitas jalan. Ia meminta agar pembangunan jalur sepeda dilihat sebagai bentuk penataan.

“Ini satu kesatuan penataan angkutan umum yang masif di Jakarta. Tidak hanya soal infrastruktur yang penumpangnya tidak ada,” ujar dia.

Syafrin mencontohkan TransJakarta memiliki daya tampung penumpang sekitar 2 juta per hari. Namun penumpang yang ada tak sampai memenuhi kapasitas itu. Fenomena ini, ujar Syafrin, sebagai bukti bahwa penataan transportasi tak melulu soal infrastruktur.

“Tapi kita harus pikirkan dari awal stasiun ke busway harus di fasilitasi dengan ini diharapkan berubah paradigma dengan penyediaan parkir sepeda. Seluruh terminal bus parkir bisa ada sepeda,” tutup dia. []

Pos terkait