Menkopolhukam: Radikalisme dan Separatisme Ancaman Nyata Keutuhan Bangsa

  • Whatsapp
Mahfud MD
Foto : Istimewa
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Dua jenis ancaman yang nyata dan sangat membahayakan keutuhan bangsa Indonesia adalah separatisme dan radikalisme. Selain harus diantisipasi terus menerus, generasi muda juga harus dibentengi dari dua paham dan gerakan ini.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Prof. Mahfud MD saat menghadiri talkshow “Bincang Seru Mahfud: Inspirasi, Kreasi, Pancasila” di Grha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019).

Bacaan Lainnya

Ancaman keutuhan Indonesia, diterangkan Mahfud, secara teritori adalah gerakan separatis. Sementara secara ideologi yaitu radikalisme. Dua-duanya sangat berbahaya.

Cara untuk menangkalnya yakni dengan terus menyiapkan generasi muda, terutama mahasiswa untuk terus membentengi diri. Yakni dengan memahami nilai-nilai kebersamaan sebagai bangsa berdasarkan Pancasila.

“Pupuk terus jiwa kebersamaan sebagai bangsa berdasarkan Pancasila. Menanamkan dalam kalimat keseharian, dan menyampaikannya bisa dengan lawakan dan gaya milenial. Ini sebagai bekal,” kata Guru Besar Fakultas Hukum UII Yogyakarta ini.

Selain itu, terdapat juga tantangan lain yang mengancam keutuhan Indonesia. Yaitu tergerusnya nasionalisme generasi muda yang disebabkan kemajuan teknologi. Karenanya, kemajuan teknologi, harus disikapi dengan baik.

Elit politik dan pejabat publik, diimbau Mahfud, harus mampu memberi tauladan dan tuntunan agar menjadi contoh untuk generasi muda.

“Tergerusnya nasionalisme anak muda disebabkan oleh terseretnya oleh dunia digital dictatorship mana kala pemimpin kita tidak beri keteladanan dan tuntutan kepada anak muda. Beri kemudahan kepada anak muda Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja, sehingga mereka mendorong perekonomian Indonesia lebih maju lagi. Maka rasa nasionalisme akan terus tumbuh,” pungkas Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini. (FMM)

Pos terkait