Wempy Ingatkan Dampak Lem Aibon Cs Bisa Ganggu Cita-cita Anies Presiden

  • Whatsapp
Wempy hadir
Wempy Hadir.

Inisiatifnews – Pengamat politik, Wempy Hadir menilai bahwa persoalan kontroversialnya anggaran belanja daerah Provinsi DKI Jakarta bukan kali ini terjadi. Bahkan di tahun sebelumnya juga ada.

“Anggaran kontroversial yang dibuat oleh Pemda DKI Jakarta bukan hanya terjadi pada tahun ini saja,” kata Wempy dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (1/11/2019).

Bacaan Lainnya

“Pada tahun sebelumnya kita tahu bahwa ada anggaran untuk pengadaan bunga plastik yang ditanam dibeberapa jalan protokol di Jakarta. Tapi tidak lama bunga tersebut dicopot karena mendapat kritikan keras dari masyarakat,” imbuhnya.

Selain persoalan pohon plastik yang sempat dipasang di tengah trotoar, Wempy juga menyinggung tentang hiasan seni bambu yang sempat heboh di kawasan Bundaran HI. Menurut Wempy, itu wujud dari sia-sianya anggaran daerah dalam pengelolaanya.

“Pembangunan monumen dari bambu yang menimmbulkan penolakan dari publik. Hanya dalam tempo 11 bulan monumen bambu tersebut dibongkar. Akhirnya anggaran yang dikeluarkan menjadi mubazir,” ujarnya.

Dan kini yang terbaru adalah rancangan pagu anggaran untuk belanja lem aibon yang mencantumkan nominal sangat fantastis.

“Ada alokasi anggaran yang tidak wajar dalam nomenklatur APBD DKI Jakarta yakni pengadaan lem sebesar Rp 82,8 miliar. Anggaran untuk membeli bulpent (alat tulis) Rp 123,8 miliar,” terangnya.

Dengan adanya kontroversi yang sesemarak itu, Wempy menilai bahwa Anies sudah menunjukkan bahwa dirinya lemah dalam pengelolaan anggaran dan program.

“Ini menunjukan dua hal, pertama; Anies sangat lemah dalam melakukan pengawasan dalam pembuatan perencanaan anggaran atau program. Dengan demikian muncul angka yang tidak wajar,” paparnya.

Selain itu, Wempy juga menyoroti keberadaan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Jika memang tugasnya membantu kinerja Anies sebagai Gubernur, kenapa sampai ada persoalan sekontroversial itu.

“Yang kedua; adalah Tim TGUPP tidak bekerja secara maksimal. Padahal tim TGUPP ada untuk membantu kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur. Tapi faktanya setiap tahun selalu muncul program yang kontroversial yang menimbulkan kecurigaan publik,” lanjutnya.

Jika ini tidak disikapi dengan serius oleh Anies dan menindaklanjutinya, Wempy malah mengkhawatirkan citra Anies akan rusak.

“Apa yang terjadi di atas bisa berdampak negatif terhadap citra Anies sebagai seorang gubernur. Masyarakat bisa menilai bahwa Anies tidak serius dalam mengurus DKI Jakarta, sebab setiap tahun kok selalu ada anggaran yang kontroversial,” paparnya.

“Hal tersebut bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik DKI Jakarta terhadap Anies. Tadinya orang berharap bahwa Anies bisa melanjutkan program gubernur sebelumnya dan bisa lebih baik, namun yang terjadi adalah tidak jauh lebih baik,” sambung Wempy.

Apalagi Anies juga disebut-sebut akan mencoba adu nasib di Pilpres 2024 mendatang. Maka situasi seperti saat ini bisa sedikit mengganjal jalannya Anies untuk merebut kursi Presiden kelak.

“Kondisi ini bisa membawa dampak negatif bagi Anies yang mempunyai cita-cita untuk menjadi capres pada tahun 2024. Sebab untuk menjadi capres, rekam jejak pasti akan menjadi pertimbangan khusus,” tuturnya.

“Kalau Anies tidak berhasil mengelola DKI Jakarta menjadi lebih baik dari gubernur sebelumnya, akan sangat sulit bagi Anies untuk naik kelas. Kecuali kalau tidak ada penantang yang lebih baik dari Anies,” tutup Wempy. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait