Menlu Retno: Libatkan Perempuan dalam Misi Perdamaian

  • Whatsapp
IMG 20191102 WA0003

Inisiatifnews – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyatakan, sebagai salah satu upaya implementasi Cetak Biru ASEAN Political Security Community (APSC) 2025, ASEAN perlu memastikan partisipasi aktif perempuan dalam proses perdamaian.

“Dengan mendorong pelibatan mediator dan fasilitator perempuan dalam berbagai proses perdamaian di berbagai kawasan,” ungkap Retno saat pertemuan ASEAN Political Security Community (APSC) Council, di Bangkok, Thailand, Sabtu (02/11/2019).

Bacaan Lainnya

Indonesia, sebut Menlu, telah menyelenggarakan Regional Training on Women, Peace and Security untuk diplomat perempuan pada April 2019. Sebagai tindak lanjut, Indonesia tahun depan akan menyelenggarakan Regional Training untuk ke-2 kalinya.

Regional Training yang dirintis Indonesia, dan ASEAN Women for Peace Registry yang telah dibentuk oleh ASEAN Institute for Peace and Reconciliation akan menjadi cikal bakal bergabungnya ASEAN dalam Global Alliance of Regional Women Mediators Network.

“Terus berdayakan dan tingkatkan jumlah peacekeepers perempuan. Indonesia telah memiliki lebih dari seratus peacekeepers yang terlibat langsung dalam berbagai misi perdamaian PBB,” tandasnya.

Sementara Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi menyampaikan perkembangan kerja sama regional dalam bidang pertahanan melalui ASEAN Defense Ministerial Meeting (ADMM), penanggulangan obat-obat terlarang arau drugs, kerja sama keamanan teknologi nuklir, pemajuan dan perlindungan HAM, dan pentingnya kerja sama ASEAN dengan mitra wicara.

Disampaikan pula oleh Dato Lim Jock, hingga kini, terdapat 40 negara yang melakukan aksesi terhadap protokol Treaty of Amity and Cooperation (TAC), traktat yang mengatur perilaku negara di kawasan guna menjaga perdamaian dan keamanan kawasan. (INI)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait