Jangan Sebar Foto Korban Ledakan Bom Polresta Medan

  • Whatsapp
stop share hasil terorisme
Jangan sebar foto dan video hasil kejahatan terorisme.

Inisiatifnews – Pengamat Intelijen dan Terorisme, Stanislaus Riyanta mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak menyebarluaskan foto maupun video korban serangan terorisme bom bunuh diri di kawasan Polresta Medan hari ini.

Ia mensinyalir justru jika foto-foto aksi serangan teror bom tersebut disebar, maka target lain dari kelompok teroris yang bersangkutan telah terpenuhi yakni memberikan atensi ketakutan bagi masyarakat khususnya aparat kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Sebaiknya tidak perlu disebarkan lagi karena justru akan menyukseskan kelompok teroris untuk menakut-nakuti masyarakat,” kata Stanislaus Riyanta kepada Inisiatifnews.com, Rabu (13/11/2019).

Perlu diketahui, pada pagi hari pukul 08.45 WIB, seorang pria mengenakan jaket ojek online sambil menggendong ransel hitam masuk ke kawasan Mapolresta Medan. Saat berada di sekitar kawasan kantin, di situlah ledakan keras terjadi dan membuat dua orang pelaku martir tewas di tempat. Salah satunya tampak tersungkur ke tanah di samping kendaraan truk Polisi dalam kondisi pinggang hancur.

Serangan bom ini masih terus didalami oleh tim Jihandak untuk menemukan motif utama serta para pelaku berafiliasi dengan jaringan teroris mana.

Namun berdasarkan kacamata Stanislaus, ada dugaan bahwa para pelaku berasal dari kelompok jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan jaringan teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi.

Dan serangan yang berlangsung di Mapolresta Medan itu, Stanislaus menduga adalah motif balas dendam lantaran pimpinan besar mereka itu tewas.

“Dugaan kuat ini adalah aksi balasan pasca kematian Baghdadi. Kelompok teroris di Indonesia paling kuat saat ini adalah JAD dan mereka berafiliasi dengan ISIS,” ujarnya.

Lantas mengapa kantor polisi yang diserang, Stanislaus mensinyalir lantaran polisi dianggap mereka sebagai thagut. “JAD menganggap polisi adalah thagut,” terangnya. [NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait