Inisiatifnews – Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo mendukung semangat Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghalau para pejabat publik korup bertengger di pemerintahan Republik Indonesia.

“Kita tentu saja bersepakat supaya mungkin memiliki spirit semangat adalah untuk mencegah korupsi, kemudian mencegah pilkada bersih,” kata Karyono dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Hanya saja ia memberikan peringatan pula agar kebijakan membatasi eks narapidana khususnya korupsi maju dalam kontestasi politik elektoral tetap melihat dari sisi Undang-undang yang berlaku, yakni UU Nomor 10 tahun 2016.

“Akan tetapi tentu saja KPU juga hadir memperhatikan peraturan perundang-undangan Nomor 10 tentang pilkda itu jelas, tentang bupati, wakil bupati, walikota dan wakil,” ujarnya.

Terlebih lagi MK pernah memutuskan bahwa Pasal 7 huruf g UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Wali Kota (UU Pilkada) dinyatakan inkonstitusional bersyarat sepanjang narapidana yang bersangkutan jujur di depan publik.

Kemudian aturan diperketat dengan memperbolehkan eks napi mencalonkan diri dengan catatan mempublikasi catatan kejahatannya kepada publik melalui KPU.

“Sejauh si mantan korupsi menyampaikan ke publik bahwa dirinya adalah mantan Korupsi. Jadi semestinya KPU juga harus perhatikan aspek hukum yang ada. Oleh karena itu menurut saya KPU jangan sampai menabrak UU,” tuturnya.

Lebih lanjut, Karyono pun mengimbau agar untuk Pilkada 2020 nanti, KPU lebih fokus pada integritas kinerja saja. Apalagi dalam pelaksanaan pemilihan umum banyak sekali pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti, termasuk persoalan-persoalan yang pernah dialami oleh KPU dalam penyelenggaraan pemilu.

“Nah, saya kira itu, saya sambung lagi KPU fokus pada kerja bersih dan berintegritas dan evaluasi pemilu-pemilu sebelumnya. Bukan melampau kewenanganya sebagai lembaga penyelenggara,” pungkasnya. [NOE]

space iklan