Maria Catarina Sumarsih
Maria Catarina Sumarsih. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Maria Catarina Sumarsih, ibunda Bernardinus Realino Norma Irmawan, korban tragedi Semanggi I, berharap bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD. Ia telah melayangkan permohonan audiensi dengan Mahfud MD.

Sayangnya, lantaran agenda Menko Polhukam di Kabinet Indonesia Maju itu masih padat, jadwal audiensi dikabarkan akan disusun ulang.

“Rencananya ini mau diterima Pak Menko Polhukam tetapi kemudian ditunda karena alasannya mungkin karena sibuk,” kata Sumarsih di tengah-tengah aksi Kamisan ke 610 di depan Istana Negara Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Dia sangat berharap dapat bertemu dengan Mahfud MD untuk mencari keadilan atas putranya, Mahasiswa Atmajaya korban kerusuhan Semanggi I itu.

Kepada Mahfud MD, dalam perkara peristiwa tragedi Semanggi I, Sumarsih berharap, Kemenko Polhukam mendengar keluarga korban.

“Pak Mahfud MD, Menko Polhukam jangan yang didengarkan hanya orang-orang sekeliling saja. Karena Kemenko Polhukam isinya kan Jenderal-jenderal, orang-orang dari Kejaksaan Agung, orang-orang dari lembaga-lembaga terkait yang selama ini tidak pro penyelesaian kasus HAM,” imbaunya.

Sumarsih juga menyampaikan, pihaknya dari Jaringan Solidaritas untuk Korban Keadilan (JSKK) selain ke Kemenko Polhukam, juga telah melayangkan surat ke beberapa lembaga negara, seperti Kejaksaan Agung maupun ke DPR RI. 

“Sekarang ini kami sudah kirim surat untuk pengajuan permohonan audiensi. Tidak hanya ke Kemenko Polhukam saja, tapi juga ke Kejaksaan Agung, Ketua DPR, Komisi III DPR, tapi itu di Pemerintah setelah pelantikan Kabinet Indonesia Maju kami belum ada yang bertemu. Kami hanya ingin kasus HAM masa lalu segera tuntas,” tandasnya. []

space iklan