Inisiatifnews – Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny Susetyo menjelaskan, tantangan terbesar di era digitalisasi ini adalah media online dan media sosial yang dijadiakan alat untuk memproduksi kebohongan secara terus menerus. Ini menimbulkan perpecahan.

“Salah satu tantangan terbesar di era digitalisasi ini adalah kebohongan yang diproduksi secara terus menerus tanpa henti dan menyebar begitu cepat,” jelas Romo Benny saat seminar nasional deradikalisasi dan sejuta shalawat untuk Rasulullah Muhammad di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Selasa (26/11/2019).

Hadir dalam acara ini, Menko Polhukam Mahfud MD, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Gubernur Lemhanas, Letjed TNI (Purn) Agus Widjodjo, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wagub Musa Rajecksah serta Tuan Guru Batak dan Rektor UIN Sumatera Utara Dr Saidurrahman.

Selain itu, Romo menegaskan, tindakan radikalisme juga marak terjadi oleh orang menganut ideologi kematian yang diakibatkan rasa putus asa dan keterasingan.

“Ideologi kematian adalah orang takut untuk hidup dan memilih mati. Ideologi ini tidak mengenal agama, seseorang merasa terasingkan dan putus asa. Akhirnya memilih pada kekerasan yang menghacurkan dirinya dan kemanusiaan,” ungkap Romo.

Untuk membendung persoalan-persoalan ini, Romo menegeskan harus ada aktualisasi dan habituasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk mengatasi persoalan ini harus ada kesadaran untuk mengkatualisasikan dan menghabituasikan Pancasila dan kehidupan sehari-hari. Sejak anak, nilai Pancasila harus ditanamkan dan dibiasakan,” tegas Romo.

Di tempat yang sama, hal senada juga dijelaskan oleh Menteri Koordinator bidan Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Mahfud menjelaskan, untuk mengatasi masalah bangsa yang ada saat ini yakni dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila.

“Nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan dan diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terciptanya kedamaian dan nemperkuat persatuan,” tandasnya sembari menegaskan, Pluralisme di Indonesia adalah keindahan perbedaan dalam persatuan. (FMB)

space iklan