Stanislaus Riyanta
Stanislaus Riyanta

Inisiatifnews – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menyampaikan bahwa sebutan 212 sumber masalah yang dilontarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak mungkin lepas begitu saja, pasti memiliki dasar yang kuat.

Apalagi kata Stanislaus, Tito adalah sosok mantan Kapolri yang dianggapnya memiliki data dan fakta sehingga sebutan semacam itu keluar.

“Mendagri menyampaikan hal tersebut pasti berdasarkan bukti dan fakta yang diperoleh, dan Mendagri yang pernah menjadi Kapolri pasti mempunyai bukti-bukti akurat,” kata Stanislaus Riyanta, Rabu (27/11/2019) malam.

Stanislaus juga meyakini bahwa seorang Tito Karnavian tidak akan berbicara sembarangan tanpa dasar yang kuat, apalagi hanya sebatas perspepsi semata.

“Tidak mungkin Mendagri hanya menyampaikan berdasarkan asumsi atau persepsi saja,” imbuhnya.

Bahkan Stanislaus Riyanta memberikan nasehat kepada elemen 212 yang didominasi oleh Front Pembela Islam (FPI) untuk mengklarifikasinya dengan bukti bahwa FPI hanya menganut ideologi Pancasila bukan yang lainnya sesuai yang termaktub di dalam AD/ART secara keseluruhan.

“Sebaiknya FPI klarifikasi saja terkait beberapa hal yang menjadi catatan negatif bagi FPI, terutama terkait AD/ART dan beberapa peristiwa yang menjadi sorotan terkait kekerasan,” ujarnya.

“Tentu jika FPI masih ingin menjadi ormas resmi di Indonesia kesetiaan terhadap Pancasila dan ketaatan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia itu adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar,” tambah Stanislaus.

Mendagri Tito Sebut 212 Masih Jadi Masalah Stabilitas Nasional

Perlu diketahui, bahwa dalam kegiatan Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2019 di Hotel Borobudur Jakarta, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sudah stabil saat Joko Widodo dan Prabowo Subianto bergabung menjadi mitra kerja di pemerintahan saat ini.

Dan tinggal satu elemen saja yang saat ini masih dianggap menjadi masalah bagi stabilitas nasional. Tito menyebutkan bahwa mereka adalah elemen 212.

“Dalam pandangan Malaysia kemarin, saya bertemu dengan banyak tokoh di sana, politik Indonesia itu stabil sekarang, terutama semenjak gabungnya 01 sama 02, tinggal urusannya 212 saja,” kata Tito, Selasa (26/11).

Tito pun menceritakan pengalamannya saat bertemu dua pengusaha Malaysia beberapa waktu lalu.

Dunia usaha di sana, kata dia, tengah gamang lantaran kondisi politik yang masih belum menentu jelang pemilihan perdana menteri.

“Dia mendekati saya, ‘Kita mulai prioritasi Indonesia’. Saya bilang, ‘Kenapa enggak di Malaysia saja?’ ‘Waduh, Pak, politik masih enggak stabil nih, nanti yang menang siapa kita enggak ngerti nih’,” kata Tito.

Artinya, kata Tito, saat ini kondisi politik Indonesia terbilang stabil. Hal itu, kata dia, mengundang keinginan investor masuk ke Indonesia.

[]

space iklan