bpip
Foto : Istimewa

Inisiatifnews – Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina berharap, seluruh elemen termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen menjaga konsensus empat pilar yang di dalamnya terdapat Pancasila.

“Semua elemen harus berkomitmen untuk menjaga konsensus empat pilar yaitu UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal, dan Pancasila dalam upaya mencapai visi dan misi Indonesia yaitu adil dan makmur,” kata Rima saat Musyawarah Nasional Pemantapan Pembinaan Ideologi Pancasila dengan BUMN, di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Acara ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari para pejabat BUMN dan pejabat yang membidangi divisi Sumber Daya Manusia (SDM) di 47 BUMN yang ada di Indonesia.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Dewan Pengarah BPIP Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan, bangsa Indonesia kudu gotong royong menghadapi masalah bangsa. 

Seluruh elemen bangsa Indonesia wajib membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ideologi berbangsa dan bernegara demi menegakan cita-cita kemerdekaan.

“Mari kita dorong dan gerakan komponen bangsa dan kewilayahan untuk bersama-sama memecahkan berbagai masalah bangsa yang dihadapi,” tegasnya.

Sedangkan Dewan Pengarah BPIP Rikard Bangun mengakui, saat ini habituasi dan penanaman nilai Pancasila tengah terganggu. Salah satunya oleh distraksi perkembangan informasi teknologi dan digital.

“Pengaktualisasian Pancasila sekarang terganggu oleh berita palsu, penolakan agama, penolakan ideologi, dan guncangan perubahan yang begitu besar di dunia digital dan informasi,” jelas Rikard.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) A. Adang Supriadi yang juga ikut hadir juga mewanti-wanti empat sumber perpecahan bangsa lewat radikalisme. Keempatnya yakni anti toleransi, anti Pancasila, anti NKRI dan Takfiri.

Karenanya, di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi, Antonius Benny Susetyo selaku Staf Khusus BPIP menyarankan, habituasi Pancasila harus ditanamkan sejak dini untuk dapat menerima kemajemukan.

Dalam hal ini, tokoh yang karib disapa Romo Benny itu meminta agar BUMN aktif dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

“Aktualisasi dan pengarusutamaan Pancasila di BUMN ini sangat penting karena menyangkut hajat hidup kesejahteraan orang banyak. Hal ini karena BUMN pemegang modal ekonomi, pendidikan, hubungan, hingga budaya,” tandas Rohaniawan Konferensi Wali Gereja (KWI) ini. (FMB)

space iklan