annas maamun
Eks Gubernur Riau, Annas Maamun.

Inisiatifnews – Menko Polhukam, Mahfud MD menyampaikan bahwa pemberian grasi terhadap terpidana korupsi alih fungsi lahan, Annas Maamun hanya memberikan pengurangan hukuman saja, namun tindak pidana yang dijeratkan kepadanya tetap tidak hilang.

“Diberikan grasi itu tidak menghilangkan tindak pidananya, dai tetap ditindak secara pidana hanya diampuni dengan pengurangan (masa) hukuman,” kata Mahfud di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Lantas mengapa grasi itu diberikan Presiden, lantaran pertimbangan faktor kesehatan yang diidap oleh Annas Maamun.

Berdasarkan catatan, bahwa PPOK (COPD akut), dispepsia syndrome (depresi), gastritis (lambung), hernia, dan sesak napas. Kondisi ini yang membuat sepanjang di dalam rumah tahanan pun, mantan Gubernur Riau ini selalu menggunakan alat bantu pernapasan.

“Dia, kan, sudah pakai oksigen setiap hari. Kemudian sakit-sakitan dan banyak lagi penyakitnya,” kata Mahfud.

Perlu diketahui, bahwa grasi terhadap Annas Maamun dikeluarkan oleh Presiden melalui Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019 per tanggal 25 Oktober 2019. Melalui keputusan itu, Annas Maamun mendapatkan pengurangan masa tahanan satu tahun penjara.

Dengan pemberian grasi ini, Annas diperkirakan akan keluar dari penjara Sukamiskin Bandung pada bulan Oktober 2020 setelah menjalani vonis hukuman 7 tahun penjara sesuai putusan kasasinya.

Sayangnya, meskipun grasi alias pengurangan masa tahanan itu diberikan oleh Presiden, tampaknya Annas Maamun akan segera menghadapi kursi pesakitan lagi dalam kasus dugaan tindak pidana lainnya.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah. Bahwa saat ini memang Annas Maamun tengah menyandang status tersangka penyuapan anggota DPRD Provinsi Riau.

“Tadi saya cek ke tim, telah dilakukan pelimpahan perkara tahap 1 dari penyidik ke penuntut umum. Berikutnya semoga dalam waktu tidak terlalu lama dugaan korupsi pemberian suap untuk sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau ini bisa masuk ke pelimpahan tahap 2 (Penyidikan selesai dan dilimpahkan ke Penuntut Umum), dan kemudian diproses di persidangan,” kata Febri, Jumat (29/11).

[]

space iklan