Rizieq
Habib Muhammad Rizieq bin Shihab.

Inisiatifnews – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Shihab mengingatkan kepada siapapun agar tidak melakukan penodaan dan menista agama, termasuk agama Islam.

Apalagi jika merujuk pada konsekuensi hukum agama, penista agama hukumannya adalah nyawa tebusannya.

“Dalam konteks hukum Islam yang hina nabi Muhammad adalah hukuman mati. Kalau dia tidak bertaubat maka nodai agama, hina Allah, hina nabi adalah hukumannya mati dalam konteks hukum agama,” kata Rizieq dalam video conference di acara Reuni Akbar 212, Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Namun ia menilai bahwa di Indonesia sudah mengatur hukumnya sendiri dalam konteks hukum positif. Dan Rizieq minta agar jeratan hukum bagi penista agama dapat ditegakkan.

“Dalam konteks hukum NKRI kami ingatkan jika terjadi penodaan agama, hina Allah dan Rasulullah atau menodai ajaran-ajaran Islam, maka kita serukan kepada seluruh umat Islam agar mengawal proses hukum karena Indonesia negara hukum. Proses hukum sesuai dengan UU di NKRI,” tegasnya.

Rizieq juga meminta agar jamaah 212 melakukan aksi bela Islam berjilid-jilid lagi jika aparat penegak hukum tidak menindak penista agama, dalam konteks ini adalah Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan antara jasa Nabi Muhammad SAW dengan Ir Soekarno dalam progres kemerdekaan Indonesia.

“Kita harap penegak hukum kalau tidak mau tegakkan hukum dan justru penegak hukum lindungi penista agama, saya serukan kepada umat Islam untuk gelar aksi bela Islam berjilid-jilid,” serunya.

“Buat aksi sampai penista agama diseret ke hukum dan dijebloskan ke penjara. Jangan pernah takut,” imbuhnya. []

space iklan