FPI
Front Pembela Islam (FPI). [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir menilai bahwa sikap kehati-hatian pemerintah untuk menerbitkan ijin ormas FPI sudah tepat.

“Saya kira sikap pemerintah yang sangat hati-hati untuk memperpanjang surat ijin FPI merupakan langkah yang benar,” kata Wempy kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Karena menurut Wempy, apapun organisasi yang ingin bergerak di Indonesia harus patuh kepada ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang sah dan resmi. Tidak boleh ada organisasi apapun yang menganut ideologi lain apalagi bertentangan dengan ideologi yang dianut di dalam negeri.

“Sebagai negara yang Pancasila, maka seluruh ormas atau apapun tidak boleh bertentangan dengan ideologi negara,” ujarnya.

Jika ingin tetap hidup di Indonesia, Wempy meminta agar FPI sebaiknya patuh saja dengan aturan yang ada di Indonesia.

“Nah, FPI mesti paham bahwa mereka hidup di negara Indonesia. Oleh karena itu mereka mesti tertib terhadap segala aturan yang berlaku,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Wempy menilai sebenarnya pemerintah Indonesia tidak pernah menghalangi siapapun menjalankan organisasi, begitu juga dengan FPI. Selama organisasi itu ikuti aturan, maka negara tidak boleh melarangnya.

“Pemerintah sebenarnya sudah punya niat baik untuk semua ormas termasuk FPI. Banyak sekali ormas yang ada di Indonesia tidak bermasalah dengan ijin mereka karena mereka taat dan patuh terhadap aturan dan ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Terakhir, Wempy mengharapkan dengan tegas agar FPI sebaiknya benar-benar patuh terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, bukan yang lain termasuk Khilafah Islamiyah.

Dan statemen patuh pada Pancasila pun tidak hanya di mulut saja, akan tetapi juga dimaktubkan di dalam dokumen resmi termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Kalau mau FPI tetap eksis, jalan satu-satunya jalan adalah dengan menyatakan kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila bukan terhadap khilafah,” tutupnya. [NOE]

space iklan