Quraish Shihab
Quraish Shihab bersama Gerakan Suluh Kebangsaan menyikapi tragedi Papua. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Mantan Menteri Agama (Menag) yang juga cendekiawan muslim, Prof. M Quraish Shihab mengingatkan pentingnya moderasi atau wasathiyah dalam beragama. Moderasi dalam beragama pun harus diiringi dengan sejumlah poin penting.

“Pertama, seseorang yang menjalankan moderasi dalam beragama harus memiliki pengetahuan. Mapan dalam bidang keilmuannya,” kata Prof Quraish di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Kedua, sebut pendiri Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta ini, orang yang akan menjalankan moderasi dalam beragama harus mampu mengendalikan emosi. Pengendalian emosi ini menjadi hal terberat karena memang banyak orang yang kerap bertindak melampaui batas alias berlebihan. Artinya, moderasi beragana harus dilakukan dengan hati-hati.

Menurut Prof. Quraish, saat ini banyak kecenderungan berlaku melampaui batas dari hal yang dia yakini paling benar.

“Seseorang harus mampu mengendalikan emosi. Jangan melewati batas. Yang wasath (di tengah) supaya tidak tergelincir, dia jangan terlalu di pinggir, atau jangan juga terlalu di pojok biar selamat,” imbaunya.

Diingatkannya lagi, dalam perkara aqidah agama dan ketuhanan, kebenaran tersebut mutlak adanya. Namun seseorang juga perlu mengakui bahwa dalam ajaran agama, terdapat perbedaan-perbedaan pendapat.

Prof. Quraish pun menyayangkan fenomena dakwah yang cenderung menutup-nutupi deskripsi cahaya dan kasih sayang Allah SWT.

Para pendakwah cenderung menyampaikan narasi mengenai siksaan pedih yang akan diberikan Allah kepada hamba-Nya.

“Padahal Allah ini sangat mencintai manusia. Manusia bisa berbuat salah, tapi Allah bisa ampuni asalkan tobat. Kasih sayang Allah Maha Luas, ini yang harus diperbincangkan dan disampaikan,” sebutnya. (FMB)

space iklan