Didi Irawadi Syamsuddin
Wasekjen DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin.

Inisiatifnews – Partai Demokrat mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menolak masa jabatan presiden tiga periode.

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin menilai, bahwa sejumlah pihak yang memunculkan wacana masa jabatan presiden tiga periode memang ingin ‘cari muka’.

Para pengusul wacana ini disebutnya menjilat Jokowi dan jelas dapat merusak tatanan demokrasi.

“Saya rasa beliau bersikap benar dan tepat. Menurut hemat saya, tidak perlu ada pihak-pihak yang ingin mengambil hati bahkan ingin menjilat presiden dengan mengusulkan wacana yang tidak-tidak dan sangat bertentangan dengan semangat reformasi dan demokrasi,” ujar Didi Irawadi kepada Inisiatifnews di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Wacana masa jabatan presiden tiga periode muncul berberengan dengan rencana amandemen UUD 1945. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram. Dia menilai, pihak yang memunculkan wacana itu hendak cari muka.

“Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode, itu ada tiga. Ingin menampar muka saya, ingin cari muka, padahal saya punya muka. Ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/12) lalu.

Didi menduga, wacana aneh ini memiliki agenda terselubung. Yakni melanggengkan kekuasaan. Anggota Komisi XI menegaskan kembali, bahwa penambahan masa jabatan presiden memundurkan semangat demokrasi.

Apalagi, reformasi sudah berjalan 20 tahun. Mestinya, perjalanan demokrasi semakin baik dan bukan malah mundur ke zaman kegelapan.

“Kita sudah belajar di demokrasi terpimpin orde lama. Bagaimana jatuhnya pemerintahan karena demokrasi terpimpin 22 tahun. Kemudian Orde Baru 32 tahun kekuasaan dipertahankan yang tidak mempedulikan semangat aspirasi rakyat,” terang Didi. (FMB)

space iklan