Mahfud MD
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews – Menko Polhukam, Mahfud MD memberikan penegasan kepada siapapun yang berwenang dalam penegakan hukum di Indonesia agar tidak main-main dalam memproses sebuah perkara hukum, mereka adalah kepolisian, kejaksaan, dan hakim.

Ia tak ingin ada “industri hukum” dipraktikkan untuk memenuhi kepentingan pribadi atau kelompok semata, namun mengabaikan asas hukum yakni keadilan dan kepastian.

Dikatakan Mahfud, industri hukum ini akan bergerak dengan corak di mana orang yang benar dibuat bersalah, begitu juga sebaliknya yakni orang yang salah bisa dibuat benar. Dan kata Mahfud, praktik semacam ini masih banyak di Indonesia.

“Mari kita menegakkan hukum dengan baik yang memenuhi unsur kepastian hukum dan keadilan. Ini penting karena di dalam praktik itu di dunia penegakan hukum itu sekarang banyak industri hukum bukan hukum industri, tapi industri hukum,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Bagi tokoh nasional yang sangat paham dengan hukum mengatakan, bahwa industri hukum sejatinya merupakan sebuah penyelewengan yang besar. Ia memberikan catatan bahwa industri hukum tak boleh dilakukan.

“Industri hukum itu adalah proses penegakan hukum di mana orang yang tidak masalah dibuatkan masalah agar berperkara. Orang yang tidak salah, diatur sedemikian rupa menjadi bersalah. Orang yang bersalah diatur sedemikian rupa menjadi tidak bersalah, itu namanya industri hukum. Hukum ditukangi seakan-akan barang yang bisa disetel dengan keahlian, keterampilan, gitu,” ucapnya.

Mahfud kemudian mencontohkan industri hukum tersebut. Mahfud menyebut ada sebuah kasus perdata yang telah menang di pengadilan bahkan sampai inkrah, namun putusan tersebut tidak kunjung dieksekusi.

“Nah contoh yang sering saya katakan misalnya orang sudah menang perkara perdata sampai inkrah di MA. Nanti eksekusinya tidak jalan, karena melalui aparat penegak hukum digugat dibelokkan menjadi hukum pidana. Padahal ini sudah selesai, disalahkan,” kata dia.

“Misalnya saya sedang membaca sebuah kasus ini orang menang di pengadilan kemudian mau minta eksekusi katanya ini masih terjadi perkara pidana karena yang menang itu dilaporkan telah memalsukan fakta sehingga menang di pengadilan. Kan tidak boleh begitu. Menang ya menang, kalah kalau ada fakta yang salah kan yang harus ditindak itu hakimnya karena itu sudah keputusan hukum,” lanjutnya.

Mahfud juga berpesan kepada aparat penegak hukum supaya tidak melakukan industri hukum. Dia menegaskan hukum bukan barang atau jasa yang bisa dipesan-pesan.

“Nah itu namanya industri hukum. Oleh sebab itu penting supaya para penegak hukum, pengacara, polisi, jaksa, hakim itu jangan menjadikan hukum sebagai industri. Hukum perindustrian ada, tapi perindustrian hukum itu tidak boleh kalau negara ini ingin baik di dalam penegakan hukum,” tegasnya. []

space iklan