Handoko : Projo Ada Untuk Kawal Program Jokowi Sesuai Visi Indonesia

  • Whatsapp
Handoko Projo
Sekjen DPP Projo, Handoko saat menyampaikan keterangannya di Konferensi Pers persiapan Kongres II Projo di JiExpo Kemayoran tanggal 7-8 Desember 2019. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Sekjen DPP Projo, Handoko menyampaikan bahwa harapan besarnya dalam Kongres II organisasinya itu bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang terbaik untuk mengawal program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan KH Maruf Amin 5 tahun ke depan.

“Sebagai forum tertinggi organisasi, Kongres II Projo diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan penting yang menjadi arah gerak langkah Projo dalam mengawal program-program Jokowi Maruf,” kata Handoko di kantor DPP Projo, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Bacaan Lainnya

Ia memahami bahwa dinamika politik tentunya berbeda antara Jokowi periode pertama dengan periode kedua. Maka dari itu, ia perlu ada rumusan-rumusan yang baru untuk dijadikan panduan ruang gerak Projo ke depan.

“Dinamika politiknya periode ke I dan II akan berbeda, perlu ada rumusan-rumusan baru yang akan jadi guidens ke depan,” ujarnya.

Kemudian, Handoko juga menyatakan bahwa adanya Projo adalah untuk mengawal Joko Widodo dalam memimpin Indonesia. Dan untuk periode keduanya ini, Projo akan mengawal pemerintahan Joko Widodo sesuai dengan Visi Indonesia yang sudah dimaktubkan dam Rapimnas III Projo bersama Jokowi di BSD bulan Agustus lalu.

“Visi Indonesia ini pidato politik pak Jokowi. Ada 5 poin disampaikan waktu itu terkait hal-hal prioritas yang akan dikerjakan,” jelasnya.

“Pertama, teruskan pembangunan infrastruktur ke semua daerah. Kedua, membangun Sumber Daya Manusia yang unggul. Ketiga, menggalang investasi yang sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya,” terang Handoko.

Selain itu, Handoko juga menyebut dua poin Visi Indonesia lainnya adalah reformasi birokrasi dan pemanfaatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang tepat sasaran.

“Keempat, melakukan reformasi birokrasi. Jadi kalau teman-teman lihat ada gebrakan-gebrakan birokrasi di pemerintahan Pak Jokowi, itu berasal dari Visi Indonesia itu,” sambungnya.

“Kelima, APBN yang tepat sasaran. Bagaimana lapisan pemerintan dari atas sampai bawah sama-sama punya semangat keinginan untuk menggunakan anggaran APBN sesuai dengan kebutuhan sesuai tepat sasaran, jadi tidak ada APBN dihambur-hamburkan ke hal-hal yang tidak penting,” lanjut Handoko.

“Visi Indonesia ini fokus Projo mengawal Pak Jokowi 2019 – 2024,” tutupnya. [NOE]

Pos terkait