Mahfud MD Sebut Pancasila Tiru Prinsip Bernegara Ala Nabi Muhammad

  • Whatsapp
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Silaturrahmi Nasional Ulama, Umaro, TNI dan Polri. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, bahwa negara Indonesia menjadikan Pancasila sebagai dasar negaranya secara substansial mencontoh prinsip bernegara yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah. Meskipun dengan sistem yang berbeda.

Negara Madinah adalah negara yang ideal karena tidak ada pemaksaan kehendak agar rakyatnya memeluk salah satu agama, yakni Islam. 

Muat Lebih

“Saya sudah bilang tak mungkin meniru sistem bernegara seperti Nabi, tapi bisa mengambil prinsipnya saja,” kata Mahfud MD saat menjadi narasumber pada acara Silaturrahim Nasional Ulama, Umaro’, TNI dan Polri yang diselenggarakan oleh Jamaah Ahlut Thoriqah Al-Mu’tabarah An-Nahdhiyah (Jatman) di pendopo Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (7/12/2019).

Hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Pekalongan Asif Qolbihi, dan Maulana Habib Lutfi bin Yahya sebagai ketua Jatman, serta para Kiai dan Habaib. 

Mahfud MD menerangkan, saat Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah dan mendirikan negara, ia sempat digosipkan oleh kaum perempuan dan ibu-ibu, bahwa masyarakat Madinah akan dipaksa oleh Nabi Muhammad SAW memeluk Islam.

Mendengar pergunjingan tersebut, Nabi Muhammad SAW menyampaikan pesan melalui istrinya, Siti Aisyah bahwa dirinya diutus oleh Allah bukan untuk memaksa orang memeluk Islam. Akan tetapi, ia diutus untuk menyampaikan agama yang lurus dan toleran.

“Sampaikanlah wahai Istriku kepada kaum ibu yang bergunjing khawatir tadi, bahwa aku diutus untuk menyampaikan agama lurus namun toleran. Innama buitstu liddin alhanifiyah al samhah,” kata Mahfud MD, menirukan ucapan nabi. 

Lebih lanjut, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan, pada saat Nabi berhasil menakhlukkan Kota Mekah, beliau mempersilakan penduduk yang mau aman hendaknya masuk ke dalam Masjid. Hebatnya, yang tidak mau masuk Masjid juga tidak dipaksa dan mereka tetap aman. 

Oleh karena itu, siapapun tidak dibenarkan memaksakan kehendak terutama dalam beragama. Inilah nilai-nilai yang dianut oleh pendiri bangsa ini ketika menentukan  dasar negara yang kemudian disepakati dan dirumuskan menjadi Pancasila. 

“Jadi Pancasila itu adalah perjanjian suci, mitsaqon gholidho, antara para pendiri bangsa ini yang nilai-nilainya mengambil dan mencontoh ajaran Nabi,” tandas Mahfud. 

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertahanan era Abdutrrahman Wahid mengajak para Kiai dan Habaib yang hadir mengembangkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah. Seperti yang pernah dilakukan Nabi Muhammad dan ulama di nusantara dahulu. (IMM)

Pos terkait