KASBI Nilai Pelanggaran HAM Masih Jadi PR Pemerintah

Aksi KASBI
Aksi KASBI di depan Istana Negara. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews – Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos menyebutkan bahwa persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah saat ini.

Hal ini kata Nining, lantaran tindakan represif dari aparat dalam menyikapi gejolak rakyat masih terjadi. Dan itu kata Nining adalah pelanggaran HAM.

Bacaan Lainnya

“Kata penguasa bahwa kondisi bangsa ini baik-baik saja. Itu pembohongan, padahal nyatanya rakyat masih menghadapi repesif dan penindasan serta perampasan hak rakyat,” kata Nining di dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari HAM Internasional di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Ia juga mencatat bahwa pembungkaman terhadap pelajar dan akademisi masih terjadi. Bahkan beberapa kali aksi pembubaran kegiatan dialog publik buruh dan diskusi buku masih saja terjadi. Dan lagi-lagi Nining pun menuding itu adalah kesalahan dari pemerintah.

“Para mahasiswa, dosen, pelajar mengkritik pemerintah dianggap mereka mengganggu, itu pelanggaran HAM utama. Ada diskusi buku, dialog publik, pelarangan kaum buruh bergerak dari pabrik-pabrik itu pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, Nining Elitos juga berharap persoalan sektor perburuhan juga bisa dituntaskan oleh pemerintah pusat karena menyangkut hak dan kesejahteraan bagi kaum buruh di Indonesia.

Bahkan ia menyebut mengapa dalam aksinya itu hadir perwakilan dari pelajar sekolah menengah akhir (SMA), karena ia berpendapat bahwa mereka tengah menyuarakan hak mereka sebagai generasi bangsa untuk dijaminkan oleh pemerintah masa depan mereka, khususnya dalam mengakses lapangan kerja yang layak.

“Kalau ada pelajar, mahasiswa bersama kita, karena masa depan mereka lah yang terhimpit dan hancur karena kekuasaan kapitalisme. Sistem kekerja kasar dan outsourcing akan dihadapi oleh mereka,” tuturnya.

Maka dari itu, Nining mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal isu-isu sosial masyarakat tersebut sampai kapanpun. Bahkan ia menyampaikan jika organisasinya itu akan terus berbicara dan membela siapapun jika menyuarakan tentang tuntutan kesejahteraan dan kebebasan.

“Kenapa kita bertepatan di hari HAM masih bersama rakyat. KASBI mau satu orang pun kalau berbicara kesejahteraan dan kebebasan maka KASBI akan terus ada,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa di dalam aksinya itu digerakkan oleh Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK). Mereka antara lain adalah KASBI, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), LBH Jakarta, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), Federasi Pelajar Jakarta (FIJAR), Border Rakyat (Borak). []

Pos terkait