Bongkar Dugaan Korupsi Asabri, Mahfud Tunggu Erick Balik Dari Luar Negeri

  • Whatsapp
Asabri
Logo PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, ada indikasi modus yang sama dalam dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dengan korupsi PT Jiwasraya.

Mahfud mengaku, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan ada dugaan korupsi di Asabri.

Bacaan Lainnya

“Tapi sedang divalidasi oleh institusi lain. BPK yang minta (validasi) karena polanya sama dengan Jiwasraya. Modus operandinya sama. Bahkan ada beberapa orangnya yang mungkin sama,” kata Menko Mahfud di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Sejauh ini, Mahfud belum mau menjelaskan sceara rinci dugaan korupsi yang ia temukan di perusahaan asuransi plat merah ini. Mahfud masih menunggu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir balik ke tanah air. Erick saat ini sedang berdinas di luar negeri.

Selain memanggil Erick, Mahfud juga akan memanggik Menteri Keuangan Sri Mulyani. Mahfud berjanji kasus dugaan korupsi ini akan ditindaklanjuti. Apalagi Mahfud menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengintruksikan agar semua kasus korupsi dibongkar dan dibawa ke pengadilan. Apalagi dugaan kasus korupsi di Asabri merugikan negara lebih dari Rp 10 triliun.

Setelah semuanya jelas, nantinya akan ditentukan jalur hukum. Mahfud berjanji, dia akan proporsional dalam menangani dugaan kasus ini. Apalagi jalur hukum yang akan diambil itu sudah diatur oleh undang-undang (UU).

“Mungkin nanti pengadilannya koneksitas karena misalnya ada TNI aktif, ada sipil, perusahaan swasta, juga. Nanti lah itu jalurnya, yang penting kita pastikan dulu bahwa itu ada atau tidak,” sebut Mahfud.

PT Asabri Pernah Tersandung Kasus Tahun 1999

Kata Mahfud, sebenarnya perusahaan plat merah ini pernah kesandung kasus korupsi.

“Terjadi kasus korupsi di situ tahun 1999 dan waktu itu zaman saya jadi menteri (menteri pertahanan) tahun 2001, kasus belum selesai. Lalu kasus itu diadili dan sudah memakan korban. Sudah ada terpidananya juga swasta dan ABRI aktif, TNI aktif waktu itu,” cerita Mahfud.

Yang dimaksud Mahfud adalah eks Dirut Asabri Mayor Jenderal TNI (Purn) Subarda Midjaja. Subarda dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 30 juta subsider 6 bulan kurungan. Subarda juga dihukum membayar uang pengganti kurang lebih Rp 33 miliar. Subarda tidak sendirian. Pengusaha Henry Leo juga terlibat. Henry dihukum 6 tahun penjara. 

Sebelumnya, Mahfud menyebut, dugaan kasus korupsi di asuransi yang diperuntukkan bagi anggota TNI itu nilainya tak kalah besar dengan Jiwasraya, mencapai Rp 10 triliun. “Saya mendengar ada isu dugaan korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun,” ujar Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/1/2020) lalu.

Berdasarkan data, saham-saham milik PT Asabri mengalami penurunan sepanjang 2019. Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen. Misalnya, harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen di 2019 lalu ke level Rp 326.

Asabri Membantah 

Manajemen PT Asabri membantah kasus korupsi ini. Soal kegiatan operasional, terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik. “Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya,” klaim perseroan dalam pernyataan resminya.

Sedangkan mengenai kondisi pasar modal di Indonesia, manajemen mengakui terdapat penurunan investasi yang bersifat sementara. Namun demikian, manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk me-recovery atau memulihkan penurunan tersebut.

Dalam melakukan penempatan investasi, perusahaan menegaskan selalu mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Juga selalu mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance dan patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Manajemen Asabri terus berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkin dalam rangka memberikan kinerja terbaik kepada seluruh peserta Asabri dan stakeholders. (FMM)

Share to your social media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait